Berita7 — Kepolisian Resor Metro Depok tengah mendalami motif di balik rentetan teror yang dialami oleh seorang warga di Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat. Teror yang dilakukan oleh tetangga ini bahkan berujung pada perusakan fasilitas rumah.
Menurut keterangan Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Hendra, informasi awal yang diperoleh polisi mengindikasikan bahwa pemicu perselisihan adalah penggunaan kata-kata kasar dan pemutaran musik yang berlebihan, mengingat kedekatan jarak antar rumah.
Tim Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Metro Depok telah bergerak cepat dengan mendatangi lokasi kejadian perkara (TKP). Hingga saat ini, lima orang saksi telah dimintai keterangan terkait insiden tersebut. Selain itu, surat panggilan juga telah dikirimkan kepada terduga pelaku yang merupakan tetangga korban, dijadwalkan untuk diperiksa pada Senin, 20 Juli 2026.
Mediasi Berulang Gagal
Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Made Gede Oka, menjelaskan bahwa kasus ini sebenarnya telah melalui proses mediasi beberapa kali. Upaya mediasi pernah dilakukan oleh Bhabinkamtibmas dan pihak Polsek setempat. Namun, karena perselisihan terus berlanjut, korban akhirnya memutuskan untuk membuat laporan polisi resmi di Polres.
Pihak kepolisian mencatat bahwa perselisihan antara kedua belah pihak telah berlangsung sejak tahun 2024. Berbagai upaya mediasi telah diupayakan, bahkan disaksikan langsung oleh pengurus RT dan RW. Laporan yang kini diproses oleh kepolisian secara spesifik terkait dengan dugaan perusakan properti rumah korban yang dilakukan oleh terduga pelaku.
Kronologi Versi Korban
Novita (29), anak dari Suraji, salah satu pihak yang menjadi korban, menceritakan rentetan aksi teror yang dialami keluarganya. Ia menuturkan bahwa pagar rumahnya dirusak dengan cara ditendang oleh tetangganya pada hari Rabu, 15 Juli 2026. Peristiwa perusakan pagar ini merupakan kejadian terbaru.
Lebih lanjut, Novita mengungkapkan bahwa keluarganya juga pernah mengalami intimidasi saat Hari Raya Idulfitri lalu, di mana terduga pelaku membawa senjata tajam jenis golok saat mendatangi rumah keluarganya yang sedang berkumpul. Meskipun kejadian tersebut disaksikan oleh banyak anggota keluarga, Novita menyayangkan tidak adanya rekaman CCTV yang dapat dijadikan bukti. Ia juga menambahkan bahwa gangguan verbal dari tetangga tersebut terjadi hampir setiap hari.
Ikuti Berita7
