— Saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) kembali menguat pada hari kedua perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Pada pembukaan perdagangan Rabu (8/7/2026), harga saham dibuka pada Rp 1.405 per saham, naik sekitar 24,89% dari harga penawaran umum perdana (IPO).

Kenaikan ini tercatat sejak hari pencatatan saham perdana dan mencerminkan minat investor terhadap prospek jangka panjang perseroan, menurut keterangannya.

Direktur Niramas Utama, Adhi S. Lukman, menyampaikan apresiasi atas respons pasar sejak pencatatan saham. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan investor kepada JELI. Pergerakan saham dalam dua hari pertama perdagangan mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek fundamental perseroan ke depan,” ujar Adhi dalam keterangan tertulis, Rabu (8/7/2026).

Adhi menambahkan bahwa dana hasil IPO akan digunakan untuk mempercepat strategi pertumbuhan perusahaan, khususnya pengembangan produk baru. “Dana hasil IPO akan kami gunakan untuk mendukung pengembangan berbagai produk baru, termasuk kategori gummies dan inovasi produk jelly lainnya,” kata dia.

Sebelumnya, JELI menghimpun dana sekitar Rp 239,4 miliar melalui IPO. Sebagian besar dana tersebut dialokasikan untuk meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly, belanja modal, pembayaran sebagian utang jangka pendek, serta modal kerja.

Daya Tarik

CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya menilai apresiasi pasar terhadap saham JELI berkaitan dengan kualitas fundamental yang dibangun perusahaan selama lebih dari tiga dekade. “Kami percaya terhadap sustainability bisnis JELI ke depan. Perseroan telah berdiri lebih dari 35 tahun dan berhasil membangun fondasi bisnis yang sangat kuat,” ujar Bernadus.

Menurut Bernadus, rekam jejak inovasi produk dan posisi sebagai pemimpin pasar di industri confectionery, khususnya produk jelly dan gummies, menjadi faktor yang mendorong respons positif investor sejak awal perdagangan.

“Pasar saat ini semakin selektif dalam memilih perusahaan yang memiliki prospek jangka panjang. JELI memiliki kombinasi antara merek yang kuat, pangsa pasar yang dominan, kemampuan berinovasi, jaringan distribusi yang luas, serta manajemen yang telah berpengalaman menjalankan bisnis selama puluhan tahun,” tambahnya.

Bernadus menegaskan bahwa keberhasilan IPO JELI mencerminkan minat pelaku pasar terhadap emiten yang memiliki fundamental kuat, tata kelola yang baik, dan strategi pertumbuhan yang jelas, meski kondisi pasar saham domestik berfluktuasi.