Pasangan ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, menargetkan Malaysia Open 2026 sebagai titik awal untuk meraih konsistensi permainan. Modal positif dari musim sebelumnya menjadi dorongan utama mereka.
Pernyataan tersebut disampaikan keduanya usai meraih kemenangan pertama di Malaysia Open 2026 pada Rabu (7/1/2026). Sabar/Reza berhasil mengalahkan kompatriot mereka, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, di babak 32 besar. Pertandingan yang berlangsung dua gim langsung itu berakhir dengan skor 21-18, 21-9 untuk kemenangan Sabar/Reza, yang juga merupakan peraih dua medali emas SEA Games 2025 dan juara Australia Open 2025.
“Alhamdulillah di pertandingan pertama di tahun yang baru ini di Malaysia Open, bisa diberikan kemenangan,” ujar Sabar melalui keterangan federasi. Ia menambahkan, “Tadi lawan anak muda Indonesia yang kemarin baru juara di Australia, pastinya mereka juga punya percaya diri yang lebih, punya tenaga yang lebih. Di gim pertama kami sempat kewalahan di awal-awal tapi kami bisa membalikan ritme permainan dan bisa in di akhir gim pertama dan sepanjang gim kedua.”
Sementara itu, Reza mengakui bahwa kondisinya belum sepenuhnya prima karena masalah pada tangannya. “Tadi saya mungkin mencoba sebisanya dan alhamdulillah sih di akhir-akhir gim pertama tadi kami lebih bisa menekan dan mereka juga kelihatan panik. Itu jadi kunci kami hari ini,” jelas Reza.
Ia melanjutkan, “Harapannya di sini kami bisa terus konsisten dan juga sepanjang tahun ini karena modalnya cukup kuat di akhir tahun kemarin, bisa membawa hasil positif di tahun ini lah.”
Di sisi lain, Raymond menyadari bahwa permainannya belum menunjukkan konsistensi di babak pertama melawan seniornya. “Kami harus bisa lebih mengontrol pukulan, tadi banyak buang-buang poin di penghujung gim. Kami juga harus belajar cepat beradaptasi. Tadi bolanya cukup kencang, tidak seperti saat latihan jadi cukup menyulitkan dan tidak terbiasa,” kata Raymond.
Nikolaus menimpali, “Tadi saya rasa mainnya cukup baik di gim pertama, sudah direncanakan dengan pelatih akan bermain seperti apa dari awal dan coba menerapkannya tapi saya rasa di poin-poin kritis kami mungkin fokusnya kurang jadi mereka bisa membalikkan keadaan.” Ia menambahkan, “Masuk ke gim kedua mereka sudah menemukan polanya kami dan mereka langsung counter jadi kami tertekan terus.”






