— Risiko kerusakan sistem saluran air masih menjadi persoalan di sektor konstruksi dan rumah tangga. Meski biaya perpipaan relatif kecil dalam struktur anggaran, kegagalan instalasi dapat memicu biaya tambahan besar jika harus dibongkar dan diperbaiki ulang.

PT Wahana Duta Jaya Rucika menyelenggarakan plant tour di Cibitung untuk ratusan mitra toko yang tergabung dalam ekosistem Bintang Rucika. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai program edukasi bagi mitra agar memahami proses produksi, pengujian mutu, serta faktor yang memengaruhi kualitas instalasi perpipaan di lapangan.

Tur Pabrik untuk Menguatkan Kepercayaan Mitra

William Chendra, Regional Sales Manager Rucika, menyatakan keterbukaan proses produksi bertujuan memperkuat kepercayaan mitra terhadap kualitas produk.

“Kepercayaan pelanggan dibangun melalui kualitas yang konsisten. Dengan membuka akses bagi para mitra untuk melihat langsung proses produksi dan quality assurance di pabrik kami, Rucika ingin menunjukkan bahwa setiap produk yang kami hasilkan telah melalui pengawasan dan pengujian yang ketat sesuai standar internasional,”

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperlihatkan tahapan produksi pipa mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses quality assurance. Selain itu, penyebab umum kebocoran atau kegagalan sistem perpipaan di lapangan juga dijelaskan kepada para mitra.

Penyebab Kegagalan Sistem Perpipaan

Penyebab umum kegagalan sistem perpipaan yang dipaparkan antara lain kesalahan pemilihan jenis pipa untuk kondisi tertentu, misalnya suhu panas atau tekanan air spesifik. Kesalahan saat pengiriman, pengangkutan, maupun pemasangan—termasuk benturan—juga disebut dapat memicu kerusakan.

Dari sisi produksi, risiko kegagalan dapat terjadi jika produk tidak memenuhi standar mutu. Oleh karena itu, pengujian kualitas menjadi tahapan penting untuk memastikan pipa sesuai peruntukannya.

Dampak Biaya Kerusakan Perpipaan

Di Indonesia, biaya sistem perpipaan umumnya berkisar 5%–10% dari total RAB konstruksi bangunan. Meski porsinya relatif kecil, kerusakan pipa dapat menyebabkan biaya tambahan lebih besar daripada harga pipa itu sendiri.

Kerusakan dapat mengakibatkan pembongkaran dinding, kerusakan plafon, pembongkaran keramik dan finishing, serta penggalian ulang untuk menemukan titik instalasi yang bermasalah. Pemilik bangunan berpotensi menanggung biaya tenaga kerja tambahan serta gangguan terhadap aktivitas penghuni atau operasional bangunan.

Respon Mitra dan Tujuan Program

Salah satu peserta plant tour, Austin, pemilik toko bangunan asal Malang, menyebut acara membantu mitra memahami penggunaan produk perpipaan lebih tepat. “Acara ini bagus sekali, terutama pembahasan tentang fitting dan pipa. Dengan adanya product knowledge yang dijelaskan dengan baik, kami bisa membantu menjelaskan kepada customer bagaimana pipa dan fitting digunakan semestinya,” ujarnya.

Reynard Natamihardja, Corp Brand Communication Department Head Rucika, mengatakan program diharapkan meningkatkan pemahaman mitra toko mengenai pentingnya standar mutu dalam sistem perpipaan. “Kualitas bukan hanya tentang produk yang dihasilkan, tetapi juga tentang rasa aman dan ketenangan yang diberikan kepada pengguna dalam jangka panjang. Melalui plant tour ini, kami ingin menunjukkan secara transparan bagaimana Rucika menjaga standar kualitas di setiap tahap produksi,” kata Reynard.

Melalui kegiatan edukasi tersebut, perusahaan berupaya memperkuat hubungan dengan mitra toko sekaligus meningkatkan literasi pasar tentang pentingnya kualitas sistem perpipaan untuk menekan risiko biaya tambahan pada bangunan.