Berita7.co.id — Ketua MPR RI ke-15 Bambang Soesatyo menerima kunjungan Wali Kota Gyeongsan, Cho Hyun-Il, beserta delegasi pengusaha dari Gyeongsan Chamber of Commerce and Industry pada pertemuan di Jakarta.
Pertemuan itu membahas peluang kerja sama ekonomi antara pelaku usaha Indonesia dan Korea Selatan dengan fokus pada investasi smart farm, industri kosmetika, serta pembuatan spare part otomotif.
Menurut Bamsoet, inisiatif kemitraan ini diharapkan dapat memperluas investasi, membuka pasar ekspor, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing industri nasional di tengah persaingan global.
“Banyak peluang yang bisa segera diwujudkan melalui kemitraan pengusaha Indonesia dengan pengusaha Korea Selatan. Smart farm akan memperkuat ketahanan pangan melalui penerapan teknologi pertanian modern, industri kosmetika membuka ruang bagi peningkatan nilai tambah sumber daya alam Indonesia, sementara sektor spare part otomotif memiliki prospek besar karena pasar kendaraan di Indonesia dan kawasan ASEAN terus berkembang,” kata Bamsoet.
Bamsoet melanjutkan bahwa tren investasi Korea Selatan di Indonesia saat ini menunjukkan perkembangan positif, terutama di sektor manufaktur, elektronik, dan otomotif. Ia juga menyinggung berlakunya kesepakatan IK-CEPA yang dinilai membuka peluang perdagangan dan integrasi rantai pasok kedua negara.
“Indonesia memiliki kekuatan pada sumber daya alam, pasar domestik yang besar, serta bonus demografi. Korea Selatan unggul dalam inovasi, riset, teknologi manufaktur, digitalisasi, dan efisiensi industri. Sinergi kedua keunggulan tersebut akan menghasilkan kerja sama yang saling menguntungkan dan memperkuat posisi kedua negara dalam menghadapi persaingan ekonomi global,” ujar Bamsoet.
Bamsoet menyoroti keunggulan Kota Gyeongsan dalam pengembangan smart farm. Ia menyebut penggunaan Internet of Things (IoT), sensor otomatis, hingga kecerdasan buatan sebagai teknologi yang dapat diadopsi di Indonesia untuk memodernisasi pertanian dan menarik minat generasi muda.
“Kerja sama smart farm harus diarahkan pada transfer teknologi dan peningkatan kapasitas petani Indonesia. Tujuannya agar produktivitas meningkat, kualitas hasil panen semakin baik, penggunaan air dan pupuk lebih efisien, serta regenerasi petani dapat berjalan melalui pemanfaatan teknologi digital yang semakin mudah diterapkan,” jelas Bamsoet.
Sektor kosmetika juga disebut memiliki potensi. Bamsoet menyampaikan kemitraan dapat diarahkan pada investasi pabrik bersama, penelitian bahan baku alami Nusantara, serta pengembangan produk kecantikan bersertifikat halal.
Untuk sektor spare part otomotif, Bamsoet berharap sinergi dengan perusahaan Korea Selatan dapat meningkatkan kualitas komponen dalam negeri sesuai standar internasional serta teknologi presisi agar siap merambah pasar global.
“Pertemuan ini diharapkan mampu mempererat hubungan Indonesia dan Korea Selatan melalui kerja sama ekonomi yang lebih produktif. Kita berharap komunikasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan investor terus ditingkatkan sehingga berbagai peluang investasi dapat segera direalisasikan menjadi proyek nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara,” pungkas Bamsoet.
Ikuti Berita7.co.id
