Berita7.co.id — PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) atau Win&Co memasang target ambisius: bertransformasi dari produsen pengolahan kakao dan bahan baku industri menjadi grup makanan terintegrasi yang kuat di Asia Tenggara. Langkah strategis utama perusahaan adalah menyelesaikan akuisisi Grup Momogi sebagai pintu masuk memperluas bisnis kawasan.
Direktur Utama Wahana Interfood Nusantara, Sugianto Soenario, menyatakan aksi korporasi tersebut bagian dari perubahan model usaha perusahaan. “Kami ingin bertransformasi dari produsen kakao dan cokelat untuk bahan baku menjadi grup bisnis besar yang menghasilkan food ingredient dan FMCG. Dengan begitu, COCO akan menjadi pemain yang sangat diperhitungkan di pasar,” ujarnya.
Sugianto menyebut proses akuisisi Momogi Group diharapkan rampung tahun ini setelah seluruh tahapan dan dokumen sesuai ketentuan regulator diselesaikan. Momogi dipilih karena dianggap memiliki kesamaan visi dan menawarkan sinergi pada sisi distribusi, pasar, serta konsumen.
Relasi bisnis antara COCO dan Momogi sebelumnya sudah terjalin, sehingga manajemen menilai memahami model operasi dan potensi pertumbuhan grup tersebut. Akuisisi Momogi juga membuka akses COCO ke Vietnam melalui Bibica Group, produsen makanan dan kembang gula yang sudah diakuisisi Grup Momogi pada Januari 2026.
Vietnam Sebagai Gerbang Pasar
Sugianto menilai Vietnam sebagai pasar menarik karena pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan ekspansi pasar makanan ringan. Perusahaan mencatat pertumbuhan industri makanan ringan di Asia Tenggara mencapai 6-8% per tahun, sementara Vietnam memiliki populasi sekitar 100 juta jiwa dengan pendapatan per kapita yang meningkat.
“Vietnam adalah gate-opener buat kami. Di sana juga sudah ada Bibica yang siap sehingga kami bisa langsung masuk dan mengembangkan bisnis, sehingga kami tidak perlu bangun semuanya dari nol karena Bibica itu adalah perusahaan confectionary legendaris di Vietnam,” kata Sugianto.
Melalui integrasi dengan Momogi dan Bibica, COCO memperkirakan jangkauan bisnisnya akan meningkat signifikan. Perusahaan akan memperluas langkah dari segmen bahan baku industri (B2B) menuju pasar ritel dan FMCG dengan jaringan distribusi yang diperkirakan mencapai ratusan ribu titik penjualan.
Selain memperkuat pasar domestik dan Vietnam, COCO melihat peluang ekspor yang lebih luas. Jaringan gabungan perusahaan diharapkan dapat memperluas penetrasi ke negara lain melalui kolaborasi basis pelanggan masing-masing entitas.
Incar Posisi Pemain Besar
Sugianto menegaskan pemegang saham baru memiliki visi menjadikan COCO salah satu pemain utama FMCG di Asia Tenggara dalam lima tahun ke depan. Untuk itu, perseroan akan melanjutkan inovasi produk, memperkuat riset dan pengembangan (R&D), serta memperluas ekspansi pasar.
“Kalau namanya pemegang saham baru dan kami sudah melakukan ekspansi, tentu cita-citanya besar. Dalam lima tahun ke depan kami ingin menjadi pemain besar di Asia Tenggara,” ujar Sugianto.
Dengan masuknya Momogi dan Bibica, COCO memperkirakan kapasitas produksi akan bertambah. “Dengan masuknya Momogi dan Bibica, kami akan memiliki total enam pabrik dan kapasitas produksi yang jauh lebih besar untuk memenuhi permintaan pasar. Sinergi ini juga berpotensi menggandakan skala bisnis dan kinerja perseroan dalam beberapa tahun ke depan, baik dari sisi pendapatan maupun profitabilitas,” tutup Sugianto.
Ikuti Berita7.co.id
