Berita7.co.id — PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) resmi melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) pada 9 Juli 2026 dengan target perolehan dana sekitar Rp 62,7 miliar.
Harga penawaran ditetapkan Rp 120 per saham, dan saham PRDL mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada hari yang sama.
Rencana Penggunaan Dana
Direktur Utama PRDL, Cristina Sandjaja, mengatakan dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat modal kerja dan struktur keuangan perseroan serta mendukung pengembangan kapasitas operasional.
“Setelah IPO (dan mendapatkan modal) kami akan meluncurkan produk yang memang saat ini belum ada di pasar Indonesia,” ujar Cristina di kantor bursa, Kamis (9/7/2026).
Alasan Ekspansi
Cristina menilai prospek industri alat kesehatan diagnostik masih menjanjikan mengingat alokasi anggaran kesehatan pemerintah sebesar Rp 244 triliun pada 2026 dan target program kesehatan nasional yang menjangkau sekitar 140 juta penduduk.
Menurutnya, program tersebut diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan terhadap produk diagnostik dalam negeri.
Jejak Operasi dan Pelanggan
PRDL telah beroperasi lebih dari 14 tahun sebagai produsen alat kesehatan diagnostik nasional. Produk perusahaan telah digunakan oleh lebih dari 7.600 pelanggan, termasuk sekitar 6.924 puskesmas, 288 rumah sakit, 317 dinas kesehatan kabupaten/kota, serta berbagai institusi kesehatan lainnya.
Kinerja Sebelum IPO
Menjelang IPO, PRDL mencatatkan pertumbuhan kinerja. Sepanjang 2025, pendapatan perseroan mencapai Rp 74,4 miliar, atau naik 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Laba bersih dilaporkan melonjak 70,7 persen menjadi Rp 16,9 miliar. Cristina mengatakan perseroan menargetkan pertumbuhan double digit, baik dari sisi pendapatan maupun laba.
Ikuti Berita7.co.id
