Berita

Rekaman CCTV: Sekelompok OTK Bawa Sajam Serang Pegawai Ritel di Jakarta Selatan

Advertisement

Aksi penyerangan oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) yang terekam kamera CCTV di Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menjadi sorotan. Dalam rekaman tersebut, terlihat salah satu pelaku membawa senjata tajam (sajam). Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 30 Januari 2026, sekitar pukul 04.00 WIB, dan dilaporkan mengakibatkan korban terluka.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, mengonfirmasi bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kejadian tersebut. “Masih diselidiki,” ujar Murodih saat dihubungi pada Senin, 2 Februari 2026.

Kronologi Kejadian Berdasarkan Rekaman CCTV

Rekaman CCTV yang beredar di media sosial memperlihatkan sebuah mobil berwarna putih menyeruduk motor di area parkir sebuah ritel di Jalan Ampera, Jakarta Selatan. Kejadian ini sontak menarik perhatian para pegawai ritel.

Tak lama kemudian, pengemudi mobil yang mengenakan kaus hitam keluar dan tampak menghubungi seseorang. Tak berselang lama, sekitar enam orang rekan pengemudi mobil tersebut tiba di lokasi. Terjadi percekcokan antara kedua belah pihak.

Aksi Anarkis dan Pemukulan

Situasi memanas ketika salah satu pelaku memukul korban dan mengamuk. Dalam aksinya, pelaku terlihat melemparkan sebuah kontainer hijau hingga ‘melayang’. Rekaman CCTV juga menunjukkan para pelaku masuk ke dalam area ritel dan melakukan pemukulan terhadap dua orang pegawai. Motif di balik penyerangan ini belum diketahui secara pasti.

Advertisement

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Selatan telah melakukan pengecekan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada 1 Februari 2026.

Pelaku Berjumlah Tujuh Orang

Akibat pemukulan tersebut, para korban mengalami luka-luka. Diketahui, pelaku yang terlibat dalam aksi penyerangan ini berjumlah tujuh orang. Hingga kini, identitas mereka masih dalam pencarian pihak kepolisian.

“Tercatat bahwa ada tujuh orang yang memang di sana melakukan pemukulan. Identitas masih kita lakukan penyelidikan,” ungkap Murodih.

Sementara itu, para korban belum berkenan untuk membuat laporan resmi. Mereka masih menunggu itikad baik dari pihak pelaku untuk memberikan ganti rugi atas kerusakan motor yang terjadi.

Advertisement