Pebulutangkis ganda campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto, membagikan kabar terbarunya pasca menjalani operasi Anterior Cruciate Ligament (ACL) pada lutut kirinya. Operasi tersebut dilakukan pada 12 Agustus 2025 di Jakarta, menyusul cedera yang dialaminya saat berlaga di perempatfinal Macau Open pada 1 Agustus 2025. Rehan mengalami cedera saat mendarat setelah melakukan jumping smash, yang membuatnya harus menghentikan pertandingan pada kedudukan 1-7 di gim kedua.
Perkembangan Pemulihan yang Positif
Kini, hampir lima bulan berselang sejak operasi, Rehan menyatakan bahwa kondisinya terus membaik sesuai dengan prediksi medis. “Ya untuk sekarang ya Alhamdulillah perkembangannya masih on the track. Ini sudah lima bulan, pokoknya kita tetap pantau terus setiap dua minggu tuh ada peningkatan terus ya. Kalau dihitung secara persenan sih sudah sekitar 75-80 persen ini,” ungkap Rehan saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, pada Rabu (28/1/2026).
Pemain yang berpasangan dengan Gloria Emanuelle Widjaja ini bahkan sudah mulai kembali berlatih bersama rekan-rekannya di klub. Latihan tersebut dilakukan dengan format permainan yang dimodifikasi, seperti 3 vs 3 atau 2 vs 2, untuk meminimalkan risiko cedera lebih lanjut.
“Sudah mulai latihan, bahkan kemarin juga saya udah bisa baseline juga. Saya juga sempat bantuin tiga-tiga, sempat ada sempat dua-dua juga. Tapi ya lawannya yang kecil-kecil setidaknya itu untuk mengurangi trauma aja gitu. Biar saya lebih ntar ke depannya lebih gak trauma mungkin ya,” jelas Rehan.
Menanti Keputusan Dokter untuk Latihan Penuh
Meskipun sudah menunjukkan kemajuan signifikan, Rehan masih harus menunggu lampu hijau dari tim dokter untuk dapat kembali melakukan aktivitas yang lebih intens, termasuk melompat. Ia dijadwalkan untuk kembali berkonsultasi dengan dokternya pada 4 Februari mendatang.
“Makanya, nanti tinggal ketemu dokter lagi pada 4 Februari. Kita tunggu jawaban dokter bagaimana, kalau misalnya dicek sudah aman, baru boleh loncat,” tuturnya.
Rehan menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah kesembuhan total. Ia tidak ingin terburu-buru kembali ke lapangan jika ototnya belum sepenuhnya kuat, demi menghindari risiko cedera kambuhan.
“Soalnya kalau enggak kuat ototnya takutnya nanti amit-amitnya kena lagi kan. Makanya dokter bilang kita sabar, Alhamdulillah sekarang kita tetap on the track, terus membaik gitu loh setiap minggunya, setiap bulannya itu membaik terus,” kata Rehan.
Target Comeback dan Pertandingan Pertama
Rehan berharap pada bulan keenam pasca-operasi, atau sekitar Maret 2026, ia sudah diizinkan untuk berlatih penuh. “Semoga saja nanti di bulan depan di bulan keenam (sejak operasi) itu dokter sudah bilang oke, Maret sudah bisa latihan full sih,” harapnya.
Setelah dinyatakan pulih sepenuhnya dan siap berlatih penuh, Rehan memiliki keinginan untuk kembali ke atmosfer pertandingan melalui ajang Sirkuit Nasional (Sirnas). Hal ini dilakukan untuk mengembalikan rasa kompetitifnya.
“Pasti ingin secepatnya pasti ya (comeback). Inginnya sih kalau sudah latihan, saya mau minta pertandingan Sirnas dulu sih. Maksudnya untuk (mengembalikan) hawa pertandingan,” pungkasnya.






