Jakarta – Perayaan Imlek tahun ini terasa berbeda bagi Sarwendah. Ia menjalani Tahun Baru China 2577 Kongzili secara sederhana bersama keluarga inti lantaran masih berduka atas meninggalnya sang ayah. Meskipun demikian, Sarwendah mengaku tetap bersyukur bisa berkumpul dengan keluarga meski tanpa kemeriahan seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Imlek hari ini senang ngumpul bareng keluarga, gak ada acara yang kayak gimana, gak boleh ada perayaan terlalu bagaimana karena kebetulan kan Yeye (ayah) belum sampai satu tahun gitu (meninggal), tapi ngumpulnya paling cuma bareng keluarga inti sama orang-orang terdekat aja gitu,” kata Sarwendah di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Selasa (17/2/2026) malam.
Meski masih dalam suasana duka, Sarwendah menyebut tradisi berbagi angpao tetap dilakukan. Namun, ada penyesuaian yang dilakukan sesuai dengan kepercayaan keluarga.
“Terus kemarin sudah berdiskusi akhirnya gitu dengan apa kepercayaan masing-masing gitu. Ya kalau misalnya gimana nih, boleh gak kita bagi angpao atau dapat angpao gitu? Katanya akhirnya udah tanya sana-sini karena kan ini tradisi ya. Udah katanya, ‘Oh ya boleh, tapi gak boleh pakai amplop merah,'” ungkapnya.
Sarwendah juga menghindari penggunaan busana bernuansa merah yang identik dengan perayaan Imlek.
“Terus boleh makan-makan tapi sama keluarga, sama ya udah orang sekitar aja gitu, tapi gak boleh pakai baju warna terlalu merah gitu, makanya hari ini biru. Gitu,” jelas mantan istri Ruben Onsu itu.
Biasanya, keluarga Sarwendah menghadirkan pertunjukan barongsai untuk memeriahkan suasana Tahun Baru China di rumah. Namun, tradisi tersebut ditiadakan pada perayaan kali ini.
“Jadi kayak gak boleh ada barongsai di rumah. Kan biasa pasti ada barongsai tuh. Nah, ini kebetulan kemarin pas kita malam kan sebelum Sinchia ada malam makan-makan keluarga juga gitu. Itu di restorannya ada barongsai gitu. Jadi udah dikasih tahu anak-anak juga gak boleh barongsainya lagi, gak bisa kita ajak ke rumah ya gitu,” tuturnya.
“Iya, tanpa barongsai, tanpa busana merah, tanpa angpao merah gitu,” tegasnya.
Mantan personel girl band Cherrybelle itu mengaku tidak melakukan persiapan khusus. Biasanya, ibunda atau Nai Nai (nenek) akan memasak beberapa menu khas Imlek.
“Persiapannya gak ada persiapan yang gimana-gimana. Pasti kan kalau misalnya tiap Imlek pasti Nai Nai masak shabu-shabu, kue lapis, biar rezekinya berlapis-lapis. Tapi shabu-shabunya boleh, kalau kue lapisnya Nai Nai gak boleh bikin kue lapis,” tuturnya.
“Jadi akhirnya kita yang dikasih aja karena katanya kan kebetulan Yeye belum setahun, jadi gak boleh bikin kue lapis dulu gitu. Tapi pasti makanan wajib yang selalu ada pasti shabu-shabu gitu,” jelas Sarwendah.
Sarwendah juga mengaku sudah memberikan pengertian kepada anak-anaknya terkait perbedaan perayaan Imlek tahun ini.
“Kan waktu itu juga pada saat acara Yeye juga mereka ngerti. Terus udah dikasih tahu juga, ‘Oh ya Yeye belum setahun ya,’ gitu. Ya mengerti sih mereka,” ungkapnya.
Ayah Sarwendah, Hendrik Lo, meninggal dunia pada 19 Juli 2025.






