Berita7.co.id — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan kisah yang menyentuh usai mendampingi anak yatim berbelanja dalam program Santunan Muharam. Kegiatan itu digelar oleh Baznas Bazis DKI bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2026).
Pramono hadir saat penyerahan santunan dan ikut menemani anak-anak penerima saat memilih barang. Ia mengamati pilihan belanja yang menurutnya tidak biasa bagi anak-anak seusianya.
Dalam program tersebut tercatat 3.440 anak yatim menerima santunan sebesar Rp1 juta per anak. Menurut Pramono, komposisi santunan terdiri atas Rp250 ribu tunai, paket senilai Rp500 ribu, serta sisa diberikan dalam bentuk voucher.
Pramono mengatakan ia terkejut dan terharu karena banyak anak yang tidak memilih barang untuk kebutuhan pribadi semata. “Program ini adalah program yang sangat bermanfaat bagi anak-anak kita yang sangat membutuhkan, dan tadi saya mendampingi, saya kaget yang dipilih itu bukan hal yang bersifat untuk dirinya, tetapi lebih pada sabun, tempat untuk cucian, dan hal-hal yang dibutuhkan sehari-hari di rumah untuk mereka bisa membantu orang tuanya,” ujarnya.
Ia menambahkan beberapa anak juga memilih makanan pokok. “Walaupun beberapa juga ada yang mengambil mi, dan itu merupakan tempat untuk konsumsi mereka sehari-hari,” lanjut Pramono.
Rencana Program dan Target Penerima
Pramono menyebut program santunan itu akan digelar bertepatan dengan peringatan 5 abad Jakarta. Selain santunan, ia membahas upaya pemutihan ijazah yang menjadi bagian kerja sama antara Pemprov DKI dan Baznas Bazis.
Menurut Pramono, tahun lalu pemutihan ijazah menjangkau 6.050 siswa. Tahap pertama tahun ini baru mencapai 2.025 siswa, dan pihaknya menargetkan jumlah penerima pemutihan ijazah meningkat menjadi di atas 6.000 orang.
Ikuti Berita7.co.id
