Berita7.co.id — Presiden Prabowo Subianto menyatakan peluncuran biodiesel campuran B50 bukan hanya langkah penting untuk kemandirian energi, tetapi juga berdampak pada kondisi perekonomian nasional.
Dalam acara peluncuran di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026), Prabowo menyebut implementasi B50 mampu menekan pengeluaran devisa hingga Rp 170 triliun atau sekitar 10 miliar dolar AS.
“Jadi hari ini, saya ucapkan terima kasih atas semua unsur yang telah bekerja keras. Bayangkan, kita sekarang sudah bisa menghemat devisa uang keluar 170 triliun. 10 miliar dolar kita hemat,” kata Prabowo.
Penemuan Sumber Daya Di Papua
Selain membahas B50, Prabowo mengungkapkan laporan terbaru mengenai temuan cadangan sumber daya alam di Pegunungan Papua.
Menurutnya, tim ekspedisi ilmiah yang melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), beberapa perguruan tinggi, dan didukung TNI menemukan cadangan emas serta “mineral-mineral yang sangat besar” setelah bekerja selama dua atau tiga minggu.
“Saya juga baru dapat laporan beberapa jam lalu, ekspedisi ilmiah kita baru bekerja—kalau tidak salah baru berjalan dua atau tiga minggu—di Pegunungan Papua. Tim dari BRIN dengan beberapa universitas dibantu TNI menemukan cadangan emas dan cadangan mineral-mineral yang sangat besar,”
Seruan Untuk Menjaga Masa Depan Bangsa
Prabowo menegaskan optimisme terhadap masa depan Indonesia dan menekankan perlunya komitmen seluruh elemen bangsa untuk menjaga negara.
Ia menyoroti pentingnya upaya anti-korupsi serta penindakan terhadap penyelundupan, narkotika, dan judi online.
“Masa depan kita sangat baik, sangat cerah. Tinggal kita sekarang merintis terus, meneruskan apa yang sudah dirintis pendahulu kita. Menjaga bangsa kita, menjaga republik kita. Kita harus hentikan korupsi, harus kita hentikan penyelundupan. Harus kita hentikan narkotika, harus kita hentikan judol,” tegas Prabowo.
Ikuti Berita7.co.id
