Bogor – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh yang diidentifikasi sebagai oposisi pemerintah pada Jumat malam kemarin. Pertemuan tersebut, menurut Sjafrie, difokuskan pada kepentingan pengelolaan negara.
Diskusi Pengelolaan Negara dan Potensi Kebocoran Anggaran
“Tadi malam Bapak Presiden dan beberapa tokoh tokoh nasional yang tanda kutip mengatakan oposisi,” ujar Sjafrie saat memberikan materi kepada anggota Persatuan Wartawan Indonesia yang mengikuti retret di fasilitas Pusat Kompetensi Bela Negara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan di Cibodas, Rumpiang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026), seperti dilansir Antara.
Sjafrie menjelaskan bahwa pertemuan tersebut membahas strategi pengelolaan negara yang baik oleh seluruh elemen bangsa. Ia menyoroti adanya pihak-pihak, baik dari sektor swasta maupun potensi kebocoran anggaran negara, yang dinilai merugikan pemanfaatan sumber daya alam dan perputaran keuangan nasional.
“Bahkan saya menerima (laporan) kurang lebih Rp 5.777 triliun (dari) bank Himbara yang menyalurkan kepada korporasi. Padahal kita punya APBN Rp 300 sekian triliun. Ke mana kebocoran (anggaran) itu?” tanyanya retoris kepada para peserta retret.
Ia juga tidak menampik kemungkinan adanya oknum pemerintah yang berkontribusi terhadap kerugian negara. Oleh karena itu, Sjafrie menegaskan bahwa Presiden Prabowo melalui pertemuan dengan tokoh oposisi tersebut berupaya mengajak semua pihak untuk bersama-sama membenahi kondisi negara.
“Oleh karena itulah, saya ingin menyampaikan bahwa kita harus realistis melihat situasi. Kita jangan tutup-tutupi keadaan yang bisa membuat negara kita itu kesulitan,” tegasnya.
Peran Pers dalam Membela Rakyat
Sjafrie turut meminta insan pers untuk berperan aktif membantu pemerintah dalam menjalankan tugas negara melalui pemberitaan yang informatif. Ia menilai keterlibatan pers dalam memberikan informasi yang akurat merupakan bentuk pembelaan terhadap hak-hak rakyat.
“Kalau negara sulit, yang paling sulit itu rakyat. Karena keberpihakan kita terhadap rakyat harus kita tunjukkan secara moral dan tindakan,” pungkasnya.
Identitas Tokoh Oposisi Masih Misteri
Menanggapi pertanyaan awak media mengenai identitas tokoh-tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut, Sjafrie mengaku tidak mengetahui secara pasti nama-nama mereka. “Saya tidak tahu namanya, lupa ya. Yang pasti tokoh-tokoh nasional itu sudah menyatakan tidak ada oposisi. Ini masalah komunikasi dan komunikasi itu sudah terjalin,” katanya.
Ia menambahkan, “Yang saya tahu bahwa tokoh tokoh itu menyatakan bahwa sekarang waktunya kedaulatan rakyat kembali.” Sjafrie juga tidak mengetahui lokasi pasti pertemuan tersebut, ia berkelakar bahwa media mungkin lebih mengetahuinya. “Di suatu tempat. Saya kira kalian (media) lebih tahu,” tutupnya.






