JAKARTA – Polres Metro Jakarta Selatan meningkatkan kehadiran personel di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, guna mengantisipasi potensi tawuran antarwarga dan kejahatan jalanan. Langkah ini diambil menyusul insiden tawuran yang sempat terjadi berulang kali di area tersebut.
Penguatan Keamanan di Titik Rawan
Melalui akun Instagram resminya, @polisijaksel, Polres Metro Jakarta Selatan menyatakan, “Dalam rangka mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas, khususnya potensi tawuran antarwarga serta tindak kejahatan jalanan.” Pengamanan diperkuat dengan melibatkan personel kepolisian, Satpol PP, dan elemen masyarakat setempat.
Kegiatan strong point dilaksanakan oleh personel Samapta Polsek Tebet di Pos Pantau RW 04 Manggarai, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet. Penempatan personel di titik-titik rawan ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan mencegah eskalasi konflik.
Kronologi Tawuran Awal Tahun
Insiden tawuran di kolong flyover Manggarai pernah terjadi dua hari berturut-turut pada awal tahun 2025. Pada Kamis, 1 Januari 2025, tawuran pecah sekitar pukul 18.10 WIB, melibatkan warga RW 04 (Gang Tuyul) dan warga RW 12 (Gang Magasen). Menurut Kapolsek Tebet Kompol Iwan Gunawan, bentrokan dipicu oleh suara ledakan petasan sebelum kedua kelompok yang berjumlah sekitar 20 orang saling serang menggunakan batu dan petasan di terowongan Manggarai.
Tawuran kembali terjadi keesokan harinya, Selasa, 2 Januari 2025, sekitar pukul 15.00 WIB, masih melibatkan kelompok warga yang sama. Insiden ini sempat menyebabkan gangguan pada arus lalu lintas di sekitar lokasi. Meskipun demikian, tidak ada laporan mengenai korban luka maupun jiwa dalam kedua peristiwa tersebut.
Pasca insiden, pihak kepolisian telah melakukan patroli intensif dari gang ke gang di wilayah RW 04 dan RW 12 untuk memantau situasi dan mencegah terulangnya kembali bentrokan.






