— Polisi menemukan brankas tersembunyi di balik dinding sebuah rumah di Sentul, Bogor, pada penggeledahan terkait dugaan korupsi. Dari dalam brankas itu disita 74 kilogram emas batangan serta sejumlah mata uang asing dan rupiah yang nilai totalnya diperkirakan mencapai sekitar Rp 476 miliar.

Saat proses pembukaan, penyidik melibatkan seorang ahli kunci lokal yang memberi keterangan tentang karakter brankas dan cara pembongkarannya.

Ahli Kunci Ceritakan Proses Pembongkaran

Roy, ahli kunci asal Ciawi, mengatakan dia dipanggil tim dari Polres Bogor untuk membantu membuka brankas. Menurut Roy, brankas yang ditemukan bukan jenis biasa; harganya diperkirakan di atas Rp 20 juta dan dilengkapi dua sistem kunci.

“Istimewa itu brankasnya. Perkiraan harganya Rp 20 jutaan lebih. Sistem keamanannya bagus. Kuncinya pakai kombinasi putar, sama kunci manual. Jadi dua kunci, brankas canggih itu, mahal,” kata Roy.

Roy menjelaskan setelah menjebol pengunci manual, tim langsung menggunakan mesin pemotong atau gurinda untuk membuka bagian tersisa. “Langsung aja, gerak cepat, langsung digurinda, langsung dibuka. Kurang lebih 15 menitan,” ujarnya.

Brankas Bukan Bentuk Kotak Biasa

Roy menuturkan brankas dipasang di lantai dua rumah, tertutup seperti lemari dan menyimpan ruang kecil di balik pintunya. Ruangan tersebut berukuran sekitar 1,5 meter x 80 cm, bukan brankas kotak besi biasa.

“Posisi brankas di lantai dua, di kamar. Jadi itu kayak ditutup lemari. Ukuran kurang lebih 1 meteran lebih, 1,5 meter x 80 cm. Posisinya dalam tembok itu pak. Jadi itu pintu brankas, di dalamnya ruangan,” kata Roy. Dia menambahkan melihat keberadaan koper di dalam dari luar, tetapi tidak masuk ke dalam ruangan.

Isi Brankas dan Angka Perkiraan Nilai

Kakortas Tipidkor Polri, Irjen Totok Suharyanto, mengatakan setelah brankas dibuka ditemukan tujuh koper berisi 74 kilogram emas batangan, serta mata uang asing dan rupiah. Rincian yang disampaikan Totok: 74 kg emas batangan, 4.767.300 USD, 14.083.800 SGD, dan Rp 100 juta.

“Ditemukan brankas terkunci, setelah dibuka berisi tujuh koper. Yang pertama 74 kg emas batangan, kemudian 4.767.300 USD. Kemudian 14.083.800 SGD, kemudian 100 juta rupiah. Estimasi total dalam rupiah senilai Rp 476 miliar,” kata Totok.

Pengusutan Kasus Korupsi Jadi Atensi Presiden

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan pengusutan dugaan korupsi yang melibatkan sejumlah pihak, termasuk kasus terkait PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel, mendapat perhatian Presiden Prabowo Subianto.

“Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan,” ujar Budi seusai kegiatan penggeledahan.

Budi menyatakan penggeledahan merupakan bagian dari upaya mencari barang bukti terkait dugaan suap, gratifikasi, dan pencucian uang dalam beberapa perkara yang sedang ditangani.