— Jakarta — PT Pesonna Optima Jasa (POJ), anak usaha Pegadaian, dan PT Trans Optima Perkasa (TOP) menandai kerja sama strategis dengan penyerahan 250 unit kendaraan pada Kamis (9/7). Armada itu akan disewakan kepada mitra pengemudi layanan ride-hailing, terutama mitra Gojek.

Serah terima tersebut dimaksudkan untuk membuka akses kepemilikan dan penyewaan kendaraan bagi pekerja mandiri, sekaligus mendukung agenda pengurangan emisi melalui penggunaan kendaraan listrik.

Rincian Armada dan Target Ekspansi

Dari 250 unit yang diserahkan, 200 unit menggunakan mesin pembakaran internal (ICE) berbahan bakar bensin dan 50 unit merupakan kendaraan listrik (EV). Kehadiran armada listrik disebut sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap pengurangan emisi karbon.

Direktur PT POJ Ferry Hariawan menyatakan program ini berfungsi sebagai bantalan ekonomi bagi masyarakat produktif dan sarana mengurangi pengangguran. “Mobil-mobil ini disewakan secara kompetitif kepada para mitra driver… sehingga mereka bisa langsung produktif tanpa terkendala modal awal pembelian kendaraan,” ujar Ferry dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/7/2026).

Ferry menambahkan fase awal ini berstatus pilot project yang akan dievaluasi secara berkala. Jika hasilnya positif dalam tiga bulan, POJ dan TOP menyiapkan cetak biru ekspansi. “Saat ini kita melepas 250 armada. Setelah evaluasi tiga bulan, kami menargetkan untuk menambah hingga mencapai total 1.000 unit kendaraan,” jelasnya.

Model Bisnis dan Manfaat Untuk Mitra

Sebagai bagian dari Pegadaian Group, POJ juga berniat memanfaatkan kerja sama ini untuk memperkenalkan produk inklusi keuangan, termasuk program edukasi investasi emas yang menyasar mitra driver dan penumpang melalui aktivasi digital di dalam armada.

CEO TOP Agung Beratha memaparkan segmen penyewaan kendaraan untuk pekerja mandiri masih memiliki potensi besar. TOP, yang berdiri dua tahun lalu, mengklaim telah menyerap 1.400 mitra driver dengan armada setara di Jabodetabek. Dengan tambahan dari POJ, total armada aktif yang dikelola TOP kini mencapai 1.650 unit.

Agung menegaskan TOP bukan hanya menyewakan kendaraan, melainkan menyediakan paket solusi meliputi kondisi unit yang prima, jaminan regulasi, dan manajemen perawatan agar mitra tidak terbebani biaya harian perawatan. “Mereka juga diuntungkan karena tidak perlu memikirkan biaya harian dan waktu untuk perawatan rutin kendaraan, semuanya di-manage oleh sistem kami,” kata Agung.

Permintaan EV dan Rencana Lini Bisnis Baru

Agung menyebut terjadi pergeseran preferensi mitra driver menuju kendaraan yang efisien secara biaya operasional harian. Menurutnya, permintaan EV dari mitra saat ini mencapai 80 persen, sehingga TOP menargetkan mengoperasikan sedikitnya 500 unit EV tahun ini.

Ke depan, TOP dan POJ berencana memperluas layanan ke kota-kota tier dua dan sedang melakukan studi kelayakan untuk memasuki bisnis penyewaan kendaraan roda dua berbasis listrik, yang ditujukan untuk segmen kurir logistik dan transportasi penumpang.

Kedua perusahaan berharap kolaborasi ini dapat memperkuat infrastruktur pendukung industri ride-hailing, mengurangi emisi karbon, dan memberikan alternatif akses kendaraan yang lebih mudah bagi masyarakat yang ingin menjadi mitra pengemudi.