Berita7.co.id — Depok, Jawa Barat — Sejumlah angkutan kota (angkot) di Depok ditemukan beroperasi dalam kondisi rusak dan tak layak, termasuk tanpa pelat nomor dan tanpa bemper belakang, namun tetap melayani penumpang.
Pengamatan di sepanjang Jalan Margonda Raya hingga Citayam pada Selasa (14/7/2026) menunjukkan beberapa unit angkot yang kondisinya memprihatinkan, yakni angkot 04 rute Depok Timur-Pasar Minggu yang tampak tanpa bemper belakang, serta beberapa unit tanpa pelat nomor yang masih beroperasi.
Kerusakan Fisik Hingga Knalpot Berasap
Salah satu temuan lain adalah angkot 05 rute Terminal Depok-Citayam-Bojonggede. Kondisi rata-rata angkot rute ini dilaporkan memprihatinkan: cat atap luntur, bodi berkarat, beberapa unit tak memiliki pelat nomor, bahkan ada yang tidak dilengkapi jendela maupun pintu.
Knalpot angkot yang mengeluarkan asap tak sedap juga terlihat, namun kendaraan tersebut tetap melayani penumpang.
Penumpang Khawatir dan Minta Tindakan
Salah seorang penumpang, Rifki (30), menilai kondisi angkot di Kota Depok sudah tak layak. Ia menyebut bagian depan angkot mengkhawatirkan.
“Ya, kalau kondisi sekarang ya, sebagai penumpang angkot sih pun kadang-kadang kondisinya udah nggak layak. Soalnya banyak angkot yang memang secara bodi depannya aja udah mengkhawatirkan gitu. Bahkan bemper belakangnya udah nggak ada,” ujar Rifki, Selasa (14/7).
Rifki mengatakan karena kondisi ini, ia menjadi takut untuk naik angkot. Dia khawatir kondisi angkot mengakibatkan kecelakaan.
“Dari depannya aja udah mengkhawatirkan, apalagi mesinnya gitu. Saya sebagai penumpang takutnya nanti timbul kecelakaan, atau rem-nya blong mungkin, seperti itu sih,” tuturnya.
Rifki berharap pemerintah kota menertibkan angkot yang tak layak sekaligus memberi solusi agar sistem angkutan menjadi lebih baik.
“Ya harapannya Pemkot Depok menertibkan tapi juga ngasih solusi, gitu. Artinya gini, silakan ditertibkan angkot-angkot yang udah jelek itu, tapi kasih solusi mungkin apa sih? Mau jadi sistem TransDepok kah, atau seperti apa gitu,” ungkapnya.
“Tetap mereka harus bekerja dong, gitu kan? Tapi angkotnya gimana caranya biar penumpang-penumpang juga nyaman, pengusaha angkot juga tetap bisa jalan, itu aja,” tambahnya.
Harapan Warga Agar Angkot Lebih Tertib
Warga lain, Dewi (61), menilai mayoritas angkot di Depok dalam kondisi buruk, meski ada beberapa unit yang masih terawat.
“Iya, kondisi angkot rata-rata jelek. Ada beberapa yang bagus, tapi rata-rata jelek,” ujar Dewi.
Dewi berharap angkot di Depok menjadi lebih modern dan tertib, serta menerapkan sistem yang mengurangi praktik pengutipan ongkos lebih oleh sopir.
“Maunya sih bagus, terus harganya murah. Kalau bisa yang seperti kereta itu loh. Yang ini… yang langganan itu pakai kartu (JakLingko). Kalau itukan ini kan apa namanya, biar tertib kan? Jadi nggak itu, kadang-kadang kan ada oknum yang minta sama lebih,” tambahnya.
Upaya Konfirmasi Belum Pernah Ditanggapi
Untuk keterangan lebih lengkap, telah dilakukan upaya menghubungi Kepala Bidang Bimbingan Keselamatan dan Ketertiban Dinas Perhubungan Kota Depok, Ari Manggala, namun sampai saat ini belum ada respons.
Ikuti Berita7.co.id
