Berita7.co.id — Seorang pelajar berinisial R (17) diduga membawa dan merakit bom rakitan yang meledak di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat. Polisi menyatakan R mempelajari pembuatan bahan peledak melalui internet dan terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Jakarta pada 2025.
Polda Sumatera Barat bersama Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangani kasus tersebut. Tidak ada korban dalam peristiwa yang terjadi di area sekolah itu, dan tersangka bersama barang bukti telah diamankan.
Keterangan Resmi dari Penyidik
Jubir Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Mayndra Eka, mengatakan, “Terduga juga mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring dan terinspirasi oleh peristiwa bom di sebuah SMA di Jakarta pada tahun 2025,” saat dihubungi wartawan, Selasa (14/7/2026).
Berdasarkan keterangan awal pelaku, perangkat yang diduga bom itu dirakit sendiri. Mayndra menyampaikan bahan-bahan untuk merakit diduga diperoleh melalui daring dan pembuatan dilakukan di rumah tanpa sepengetahuan orang tua pelaku.
Mayndra juga menyatakan, “Pelaku juga mengaku telah bergabung dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak. Seluruh pengakuan tersebut masih dalam proses verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.”
Kronologi Ledakan
Peristiwa ledakan berlangsung pada Selasa (14/7) di MAN 3 yang berlokasi di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang. Menurut penyidik, ledakan terjadi sekali di samping kelas.
Mayndra menjelaskan, “Meledak sekali, di samping kelas. Tidak ada korban.” Sekolah melaporkan temuan itu setelah petugas keamanan sekolah menemukan barang yang diduga bom rakitan.
Dari pemeriksaan awal, petugas mengamankan sejumlah barang. Mayndra merinci, “Dari pemeriksaan awal, petugas mengamankan sejumlah barang, antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, dan beberapa barang lainnya.” Barang-barang tersebut diduga milik R berdasarkan penelusuran awal oleh kepolisian.
Penanganan dan Pendalaman Kasus
Setelah menemukan barang bukti, polisi melakukan penanganan awal terhadap R. Menurut penyidik, identitas korban yang disebut sebagai sasaran rencana tindakan berasal dari keterangan pelaku.
Mayndra menegaskan, “Identitas korban yang disebut sebagai sasaran rencana tindakan berasal dari keterangan pelaku dan masih memerlukan pendalaman.” Saat ini, Densus 88 bersama Polda Sumbar meminta keterangan saksi-saksi untuk mendalami kasus tersebut.
Tidak ada korban jiwa terkait kejadian tersebut. R serta sejumlah barang bukti telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Ikuti Berita7.co.id
