— Perusahaan milik Raffi Ahmad, PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), menyelesaikan masa penawaran umum perdana (IPO) pada 2–8 Juli 2026 dan melakukan penjatahan saham pada 8 Juli. Sejumlah akun di aplikasi Stockbit Sekuritas melaporkan mendapatkan penjatahan 4 lot saham RANS.

Distribusi saham dijadwalkan pada 9 Juli, sedangkan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada 10 Juli.

Rincian Penawaran

RANS menawarkan 2.525.000.000 saham atau 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Harga IPO ditetapkan sebesar Rp170 per saham sehingga nilai total penawaran mencapai Rp429,25 miliar.

Harga tersebut berada di batas atas rentang harga saat pelaksanaan bookbuilding, yaitu Rp135–170 per saham. Trimegah Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Penggunaan Dana

Perseroan merinci alokasi penggunaan seluruh dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi sebagai berikut:

  • Sekitar Rp29.950.000.000 untuk pelunasan dipercepat seluruh pokok utang kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
  • Sekitar Rp80.000.000.000 untuk belanja modal dalam rangka pembangunan wahana bermain dan belajar edukatif bernama “Cipungland”.
  • Sekitar Rp161.450.000.000 untuk belanja operasional penyelenggaraan konser yang mengundang artis lokal maupun internasional di berbagai kota di Indonesia.
  • Sekitar Rp35.000.000.000 untuk membentuk entitas usaha baru bersama PT Feedloop Global Teknologi dalam pengembangan bisnis teknologi berbasis AI.
  • Sekitar Rp85.000.000.000 untuk ekspansi usaha melalui akuisisi kepemilikan saham pada PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina).
  • Sisa dana akan digunakan untuk penyetoran modal kepada entitas anak perseroan.

Susunan Pemegang Saham dan Kinerja Keuangan

Berdasarkan prospektus ringkas, sebelum IPO Raffi Ahmad tercatat memegang 78,68% saham RANS. Pemegang saham lain antara lain PT Indonesia Entertainmen Grup (9,04%), Soultan Ariq Rachman (3,43%), Dony Oskaria (3,42%), Sutanto Hartono (1,43%), Nagita Slavina (1,24%), Kaesang Pangarep (1,14%), Hikmat Janika (0,86%), dan PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi (0,76%).

Pada tahun buku 2025, RANS mencatatkan pendapatan sebesar Rp353,37 miliar, turun dari Rp410,49 miliar pada 2024. Laba tahun berjalan 2025 tercatat Rp56,68 miliar, turun dari Rp97,06 miliar pada tahun sebelumnya.