— PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) atau Proline menyelesaikan masa penawaran umum perdana saham pada 1–7 Juli 2026 dan melakukan penjatahan pada 7 Juli. Banyak investor melaporkan menerima alokasi hanya 1 lot saham saat penjatahan berlangsung.

Beberapa akun di aplikasi Stockbit Sekuritas mengekspresikan reaksi mereka terhadap jatah tersebut. “Gokil kebagian 1 lot doang,” ujar salah satu akun. Akun lain menambahkan, “Walah wee dapat 1 lot doang pak cikk.”

Jadwal Distribusi dan Pencatatan

Distribusi saham hasil IPO PRDL dijadwalkan pada 8 Juli, sedangkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia direncanakan pada 9 Juli.

Kepemilikan Chandra Asri

IPO PRDL juga ramai dikaitkan dengan kepemilikan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) atas saham PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) sebanyak 1,48% per 29 Mei 2026.

Chandra Asri menyatakan pembelian saham PRDA pada April 2026 merupakan bagian dari pengelolaan portofolio investasi jangka pendek dan tidak terkait aksi korporasi maupun langkah strategis perusahaan. Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporasi Chandra Asri Group, Suryandi, menjelaskan investasi tersebut dilakukan untuk optimalisasi pengelolaan dana dan tidak mencerminkan perubahan arah bisnis maupun strategi pertumbuhan.

“Sebagai perusahaan publik, kami memahami perhatian pasar terhadap setiap aktivitas investasi perseroan. Namun, perlu kami tegaskan bahwa investasi saham PRDA merupakan bagian dari pengelolaan portofolio keuangan yang bersifat non-strategis dan tidak terkait dengan rencana ekspansi, akuisisi, kemitraan strategis, maupun perubahan fokus bisnis Chandra Asri Group,”

Perusahaan juga menegaskan kepemilikan saham itu tidak menunjukkan keterlibatan dalam kegiatan operasional, pengelolaan, maupun pengambilan keputusan bisnis PT Prodia Widyahusada Tbk.

Rincian IPO Proline

PRDL menetapkan harga penawaran perdana sebesar Rp 120 per saham, yaitu pada batas atas kisaran penawaran Rp 100–120. Mengacu pada prospektus ringkas, Prodia Diagnostic Line menawarkan 522,9 juta saham atau 30% saham kepada publik, sehingga nilai aksi IPO mencapai Rp 62,74 miliar.

Sucor Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek untuk IPO ini. Dari hasil penawaran, sebesar Rp 35,66 miliar akan digunakan untuk pelunasan pokok fasilitas kredit kepada PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank Pan Indonesia Tbk.

Profil Singkat Perusahaan dan Kinerja

PT Prodia Diagnostic Line merupakan unit bisnis Grup Prodia yang fokus pada industri In Vitro Diagnostics (IVD). Dengan pengalaman lebih dari 45 tahun pada bidang kimia klinik, Proline menyediakan solusi IVD mulai dari formulasi produk, desain kemasan, hingga pelatihan dan dukungan.

Sepanjang tahun buku 2025, laba bersih perseroan meningkat menjadi Rp 16,98 miliar dari Rp 9,99 miliar pada 2024.