Berita7 — Depok – Pemerintah Kota Depok meminta petugas pemadam kebakaran melakukan penyiraman rutin di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung sebagai upaya pencegahan setelah terjadi kebakaran di lokasi tersebut.
Instruksi itu disampaikan mengingat kondisi TPA saat ini kelebihan beban sampah. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (Kadis LHK) Depok Reni Siti menjelaskan jumlah sampah di TPA mencapai 2,9 juta ton.
“Masih, kalau overload masih, bisa dilihat kan kondisinya. Kita sekarang ini ada 2,9 juta ton sampah yang ada di lingkungan TPA, ya berarti kan memang sehari kita timbulan yang dibuang ke TPA itu kurang lebih sekitar 900 sampai 1.000 ton,” ujar Reni kepada wartawan, Kamis (16/7/2026).
Reni menilai kondisi kelebihan beban tersebut harus diantisipasi terutama saat cuaca panas. Oleh karena itu, ia meminta petugas damkar di lokasi agar melakukan penyiraman minimal dua kali sehari.
“Nah, ini yang harus kita antisipasi nih ke depan setelah kejadian ini. Makanya nanti ada beberapa hal. Di sini sendiri tadi saya sudah minta tolong ke damkar yang ada di lokasi sini supaya satu hari itu minimal dua kali penyiraman untuk antisipasi karena memang cuaca kan sedang panas, ya,” ungkapnya.
Reni menegaskan permintaan itu kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) setempat dan meminta penyiraman dilanjutkan hingga pagi hari.
“Jadi satu hari dua kali penyiraman ya Pak UPT, minta tolong, nah, itu juga. Dan hari ini kami minta ini tetap disiram sampai pagi,” tambahnya.
Kronologi dan Penanganan Kebakaran
Kebakaran dilaporkan terjadi pada Kamis (16/7) sekitar pukul 19.30 WIB. Menurut Reni, titik api berasal dari timbunan bagian bawah sampah.
“Kejadiannya kalau tadi menurut informasi jam 19.30 WIB, ya. Dari bawah kayaknya (titik api),” ucapnya.
Reni menyatakan penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas pemadam telah melakukan upaya pelokalan agar api tidak menyebar ke area lain.
“Kemudian penyebabnya itu nanti masih kita perlu investigasi dulu ya. Karena kan memang di sini kita sebetulnya ada patroli juga. Nah, jadi kita bisa antisipasi, bisa segera kita lokalisir ya, jadi tidak menyebar,” ungkapnya.
Per pukul 22.52 WIB api dilaporkan telah padam. Meski demikian, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak muncul kembali percikan api.
“Alhamdulillah sekarang sudah padam, tapi sekarang sedang proses pendinginan, supaya tidak ada percikan api lagi nih, karena pemicunya berarti kan ada. Nanti terus akan kita siram supaya semakin dingin, semakin padam lagi. Karena di dalamnya kita kan enggak tahu ada apa,” ungkapnya.
Ikuti Berita7
