— Jumlah pemegang saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terus bertambah. Per akhir Juni 2026 tercatat 797.115 pemegang saham, naik 29.745 dari 767.370 pada akhir Mei 2026.

Data registrasi menunjukkan lonjakan tersebut menempatkan BBCA sebagai salah satu saham dengan jumlah pemegang terbanyak, mendekati sebutan “saham sejuta umat”.

Rinciannya, kepemilikan mayoritas masih dipegang oleh entitas Grup Djarum, PT Dwimuria Investama Andalan, sebesar 67.729.950.000 saham atau 54,942%.

Sementara itu, pemegang saham kurang dari 5% dalam bentuk non warkat tercatat memiliki 51.940.016.778 saham atau 42,134%, angka yang tidak berubah dibanding bulan sebelumnya.

Penerima manfaat akhir tercatat tetap Robert Budi Hartono dan Bambang Hartono.

Pergerakan Harga dan Arus Modal

Pada sesi II perdagangan Rabu, 8 Juli 2026, saham BBCA diperdagangkan turun 0,40% ke level Rp6.275 per saham.

Dalam periode tahun berjalan (year-to-date), harga saham BBCA masih mengalami penurunan sekitar 22%.

Sampai 7 Juli 2026, tercatat investor asing melakukan net sell saham BBCA sebesar Rp31,99 triliun.