Artis Nova Eliza berbagi cerita mengenai perasaannya sebagai ibu dari Naima, putrinya yang kini telah berusia 17 tahun. Meskipun sang anak telah beranjak dewasa, Nova mengaku masih sering merasa gelisah ketika harus berpisah jarak, terutama saat Naima menghabiskan waktu liburan selama empat minggu di Italia bersama ayahnya.
Perasaan Rindu yang Mendalam
Bagi Nova, berpisah dengan Naima selama sebulan terasa sangat panjang. “Naima itu segala-galanya sih. Karena kan memang kita selama ini, dari 17 tahun yang lalu, dia memang selalu nempel sama aku. Jadi rasanya itu kalau nggak ada dia sehari saja, sudah gundah gulana ibunya,” ungkap Nova Eliza di kawasan Studio Pagi-Pagi Ambyar TransTV, Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).
Ia menambahkan, “Apalagi 4 minggu, lama banget rasanya. Kayak 4 tahun ibaratnya,” tambahnya sambil tertawa. Nova tak menampik adanya drama batin saat harus melepas anaknya pergi jauh. Rasa hampa dan gelisah sering menghantuinya, namun ia menyadari tak bisa mengekang sang anak untuk tidak berlibur.
Komunikasi dengan Naima
Uniknya, Nova mengaku dialah yang lebih sering menghubungi Naima karena sang anak cenderung pasif. “Anaknya pasif gitu, nggak neleponin mamanya. Jadi mau nggak mau ya mamanya yang ngejar anaknya. Paling dua hari sekali aku chat,” curhat Nova.
Meskipun begitu, Nova tetap berhati-hati agar tak dianggap mengganggu. Ia bahkan sudah paham ‘kode keras’ dari Naima jika dirinya terlalu sering bertanya kabar. “Kalau keseringan aku chat, dia bilang ‘Mama! Ini aku liburan dulu!’. Kalau dia ngomong kayak gitu, itu tandanya kode buat aku, ya sudah kasih waktu dulu buat dia,” jelasnya.
Aturan Pergaulan dan Asmara
Memiliki anak perempuan yang sudah menginjak usia 17 tahun, Nova Eliza menerapkan aturan yang cukup tegas, terutama soal pergaulan dan asmara. Nova menyadari di usia tersebut ketertarikan pada lawan jenis atau ‘crush’ tak bisa dihindari. Namun, bintang film Legenda Kelam Malin Kundang itu selalu mengingatkan Naima untuk tetap memprioritaskan sekolah.
“Nggak apa-apalah punya teman dekat, it’s okay, tapi jangan sampai fokus utamanya jadi kehilangan. Contoh nilai sekolah jadi anjlok,” tegas Nova.
Pentingnya Memantau Lingkungan Pertemanan
Lebih lanjut, Nova menekankan pentingnya memantau lingkungan pertemanan sang anak. Bukan bermaksud mengontrol berlebihan, melainkan demi keamanan dan pembentukan karakter Naima. “Aku cukup tegas karena anak perempuan. Serem, anak perempuan itu pergaulannya tetap kita harus lihat siapa temannya, siapa orang tuanya,” pungkas Nova menutup pembicaraan.






