Berita7 — PT Natindo Cargo memperluas jaringan logistik internasional dengan membuka rute impor langsung dari Amerika Serikat dan Eropa. Langkah ini ditujukan untuk memenuhi permintaan yang meningkat dari pelaku usaha Indonesia atas pasokan bahan baku, barang modal, dan produk konsumen premium.
Perusahaan menilai tambahan jalur tersebut akan memberi alternatif akses bagi importir korporasi maupun UMKM premium yang membutuhkan koneksi lebih andal dengan pemasok di pasar barat.
Berdasarkan data yang dikutip perusahaan, nilai impor Indonesia pada awal 2026 berkisar antara US$18,44 miliar hingga US$21,20 miliar per bulan. Dari total impor nonmigas, bahan baku dan penolong menyumbang 72,70%, sedangkan barang modal mencapai 17,93%.
Head of Import Natindo Cargo, Samuel Andrew, mengatakan ekspansi ke Amerika dan Eropa bagian dari strategi menghadirkan solusi rantai pasok global yang lebih komprehensif.
“Dinamika bisnis saat ini menuntut fleksibilitas dan keandalan yang tinggi. Dengan membuka rute langsung dari Amerika dan Eropa, kami ingin memberikan kepastian akses bagi importir korporasi maupun UMKM premium untuk terhubung dengan ekosistem pasokan global,”
sebut Samuel dalam keterangan resmi perusahaan, Rabu (8/7/2026).
Jangkauan Jaringan dan Layanan
Sebelumnya, Natindo Cargo sudah memiliki jaringan pengiriman kuat di kawasan Asia, termasuk China, Singapura, Malaysia, Hong Kong, Korea Selatan, Jepang, Taiwan, dan Thailand. Ekspansi terbaru menghubungkan jaringan tersebut langsung dengan pusat perdagangan utama di Amerika dan Eropa.
Perusahaan menawarkan dua pilihan utama layanan: jalur laut untuk pengiriman skala besar melalui Full Container Load (FCL) dan Less than Container Load (LCL), serta jalur udara untuk pengiriman yang membutuhkan waktu lebih cepat.
Selain itu, Natindo Cargo mempertahankan layanan door-to-door (D2D) yang mencakup penjemputan barang di negara asal, pergudangan, pengurusan dokumen kepabeanan, hingga pengiriman ke alamat tujuan di Indonesia.
Tujuan Integrasi Layanan
Menurut perusahaan, integrasi layanan ini bertujuan memberikan kepastian biaya, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi perdagangan internasional. Dengan demikian, Natindo berharap dapat merespons kebutuhan logistik lintas benua secara lebih terkoordinasi.
Ikuti Berita7
