Semangat persatuan dan doa untuk keselamatan bangsa mengiringi Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Masa Khidmat 2025-2030. Acara yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu, 7 Februari 2026, ini menjadi momentum penting bagi para ulama untuk meneguhkan peran mereka dalam membimbing umat dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kegiatan ini dilaksanakan di tengah berbagai ujian yang dihadapi bangsa, termasuk bencana alam yang melanda sejumlah wilayah. Banjir, tanah longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya telah berdampak luas pada masyarakat. Dalam situasi ini, doa bersama menjadi ikhtiar spiritual untuk memperkuat keteguhan, kebersamaan, dan kepedulian sosial, sekaligus menyebarkan pesan persatuan.
Peneguhan Amanah Ulama
Pengukuhan pengurus MUI periode 2025-2030 bukan sekadar seremoni kelembagaan. Ini adalah peneguhan amanah pengabdian ulama kepada umat dan bangsa, terutama dalam merespons dinamika sosial, kemanusiaan, dan kebencanaan yang terus berkembang.
Momentum ini juga menegaskan peran MUI sebagai wadah kebersamaan ulama dari berbagai organisasi dan latar belakang. Mereka bersatu demi menjaga agama, menguatkan umat, serta merawat harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sinergi untuk Indonesia Kuat
Dalam menghadapi tantangan kebangsaan, sinergi antara ulama, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci. Penguatan kolaborasi ini sangat penting, terutama dalam penanganan dan mitigasi bencana serta perlindungan masyarakat yang terdampak.
Untuk menyemarakkan tema besar kegiatan dan memperluas partisipasi publik, masyarakat diajak menggunakan Twibbon Resmi MUI. Twibbon ini menjadi simbol kebersamaan dan dukungan terhadap peran ulama dalam menjaga keselamatan dan kemaslahatan bangsa.
Twibbon Resmi MUI dapat diakses melalui: https://www.twibbonize.com/twibonmui
Melalui kebersamaan dalam doa, empati, dan ikhtiar bersama, diharapkan sinergi ulama, umara, dan umat semakin kokoh demi mewujudkan Indonesia yang selamat, kuat, dan bermartabat.






