Berita7 — Peningkatan transaksi investasi lewat platform digital diikuti maraknya modus penipuan yang meniru identitas perusahaan sekuritas. Pelaku memanfaatkan nomor layanan pelanggan palsu, situs tiruan, dan akun komunikasi yang berserakan di mesin pencari dan platform digital.
Modus tersebut sering kali bertujuan memperoleh data sensitif investor, seperti kata sandi akun, PIN, kode verifikasi (OTP), atau mengarahkan korban mentransfer dana ke rekening yang ditentukan pelaku.
Cek Kanal Resmi Sebelum Memberi Informasi
Menanggapi tren itu, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengimbau investor melakukan verifikasi terhadap setiap komunikasi yang mengatasnamakan perusahaan. Verifikasi kanal resmi dianggap langkah efektif untuk mencegah penyalahgunaan data dan kerugian finansial akibat penipuan.
Mirae Asset menegaskan pihaknya tidak pernah meminta informasi rahasia seperti password, PIN, maupun kode verifikasi kepada nasabah dalam kondisi apa pun. Permintaan data tersebut sebaiknya dicurigai sebagai indikasi penipuan.
Langkah Pencegahan yang Dianjurkan
Perusahaan meminta investor memastikan nomor telepon, akun WhatsApp, alamat email, dan situs web yang dihubungi benar-benar berasal dari kanal resmi Mirae Asset Sekuritas. Investor juga diminta tidak membagikan informasi pribadi atau data akses akun kepada pihak lain.
Jika menerima komunikasi mencurigakan, nasabah disarankan segera menghubungi layanan pelanggan resmi untuk konfirmasi.
Kanal Resmi Layanan Nasabah
Mirae Asset Sekuritas menyediakan kanal resmi yang dapat diakses nasabah melalui telepon 150350, WhatsApp 0811-1900-9000, serta email cs@miraeasset.co.id.
Pemantauan dan Literasi Keamanan Digital
Selain edukasi, perusahaan menyatakan terus memantau penyalahgunaan nama dan identitasnya di ruang digital seiring berkembangnya modus kejahatan siber. Mirae Asset menilai peningkatan literasi keamanan digital penting untuk mendukung aktivitas investasi yang aman.
Ikuti Berita7

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.