Berita7 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak orang tua murid Sekolah Rakyat di Pasuruan berikrar untuk segera menjadi keluarga mandiri dan melepaskan ketergantungan pada bantuan sosial. Ajakan itu disampaikan saat acara Open House Sekolah Rakyat di Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (17/7).
Gus Ipul menyatakan dukungan agar orang tua ikut program pemberdayaan yang disiapkan, dengan tujuan agar keluarga peserta didik tidak lagi bergantung pada bantuan sosial.
“Saya, orang tua Siswa Sekolah Rakyat siap ikut program pemberdayaan sehingga bisa menjadi keluarga mandiri. Keluarga yang tidak bergantung lagi pada bansos,” ucap Gus Ipul.
Penampilan Siswa dan Tur Gedung Baru
Kegiatan Open House dimulai dengan baris variasi oleh siswa SRMP 28 Pasuruan, pertunjukan tari Onclang Kidang oleh SRT 48 Pasuruan, penampilan pidato tiga bahasa, dan paduan suara. Gus Ipul juga melakukan tur singkat mengelilingi gedung baru Sekolah Rakyat untuk memberi pemahaman kepada calon siswa tentang kehidupan mereka setelah masuk ke Sekolah Rakyat.
Dialog Dengan Siswa
Dalam kunjungan itu, Gus Ipul berdialog dengan komandan baris variasi Rachmad Albi Fakhri (15).
“Senang di Sekolah Rakyat?” tanya Gus Ipul.
“Senang sekali,” jawab Albi.
“Kenapa senang?.” kata Gus Ipul.
“Karena banyak teman dan semua baik kepada saya,” tutur Albi.
Ada juga momen saat Mai Nur Shafa (12) membacakan puisi dan menitikkan air mata di panggung. Saat ditanya oleh Gus Ipul, Shafa menjelaskan alasan kesedihannya.
“Karena kangen kedua orang tua,” kata Shafa.
“Emang sudah berapa lama tidak bertemu?,” tanya Gus Ipul.
“Dari sejak awal kelas 1, karena orang tua pergi merantau,” ungkap Shafa.
Shafa bercerita tinggal bersama nenek sejak usia 2 tahun. Dia bercita-cita menjadi dokter dan bermimpi membanggakan orang tuanya meski jarang bertemu.
“Saya akan belajar sungguh-sungguh biar bertemu kedua orang tuaku, aku ingin membahagiakan orang tuaku,” ujarnya.
“Teman-teman kita yang semangat ya. Belajar yang serius agar bisa mencapai cita-cita kita,” ajak Shafa dengan raut muka penuh harapan.
Gus Ipul memberi pujian kepada Shafa.
“Padahal belum bertemu orang tuanya tapi tetap ingin membahagiakan mereka. Luar biasa Shafa ini,” puji Gus Ipul dengan raut wajah bangga.
Gus Ipul juga memperkenalkan slogan baru kepada siswa.
“Sekarang ada satu slogan baru yang harus selalu diingat. Kalau saya mengatakan “Siswa Sekolah Rakyat”, kalian menjawab: “Setiap siswa berharga!”” ajak Gus Ipul.
“Karena di Sekolah Rakyat, tidak ada anak yang dianggap gagal. Tidak ada anak yang dianggap bodoh. Setiap anak memiliki kelebihan dan potensi masing-masing,” lanjutnya.
Contoh Anak yang Terbantu
Satu calon siswa yang menjadi perhatian adalah Muhammad Dafa Maulana (16). Gus Ipul menanyakan riwayat putus sekolah Dafa.
“Dafa, benar kamu pernah putus sekolah? Putus sekolah sejak kelas berapa?” tanya Gus Ipul.
“Kelas dua SD,” jawabnya.
Menanggapi cerita Dafa, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya membangun fasilitas, tetapi juga membangun masa depan anak-anak Indonesia.
“Negara harus memberi kesempatan. Dan negara harus memastikan setiap anak memiliki masa depan yang lebih baik,” tutup Gus Ipul.
Apresiasi Dan Dukungan Pemerintah Daerah
Pada kesempatan itu, Gus Ipul menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo dan jajaran Pemkot Pasuruan karena mendukung pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menyambut baik kolaborasi pemerintah pusat dan berkomitmen melanjutkan dukungan untuk program Sekolah Rakyat.
“Alhamdulillah, sekarang sudah terbangun sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, saat ini sudah bisa kita saksikan anak-anak kita dengan penampilan dan perubahannya cukup luar biasa. Bisa dipastikan bahwa Sekolah Rakyat ini memberikan kontribusi bagi anak anak kita selama ini tidak bisa merasakan suasana sekolah,” katanya.
Hadir Dalam Kegiatan
Turut hadir dalam kegiatan open house Sekolah Rakyat anggota Komisi VIII DPR RI Syaiful Nuri, Wakil Wali Kota Pasuruan Mokhamad Nawawi, unsur Forkopimda Kota Pasuruan, para pejabat pimpinan tinggi madya dan staf khusus Kementerian Sosial, serta kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat.
Ikuti Berita7
