— Di tengah ketidakpastian ekonomi global, PT Medela Potentia memilih menjaga optimisme sambil menata strategi agar bisnis tetap berlanjut dan pasokan produk kesehatan terjaga. Direktur Utama Juliwaty menyatakan perusahaan menyiapkan langkah-langkah untuk merespons tekanan biaya dan fluktuasi nilai tukar yang memengaruhi industri.

Pada sesi Investor Day 2026, Juliwaty menegaskan setiap perusahaan menghadapi tantangan berbeda dari faktor eksternal maupun domestik. Meski begitu, ia menilai sektor kesehatan dan farmasi di Indonesia menunjukkan ketahanan di tengah dinamika ekonomi saat ini.

Strategi Menghadapi Tekanan Biaya

Juliwaty menjelaskan bahwa ketergantungan pada bahan baku impor menjadi salah satu kendala yang harus dikelola. Untuk itu, perusahaan menyesuaikan strategi agar bisa mempertahankan pertumbuhan bisnis sekaligus memastikan ketersediaan produk bagi masyarakat.

Dia menambahkan bahwa keberadaan program BPJS Kesehatan menjadi faktor pendorong utama pertumbuhan sektor farmasi dan layanan kesehatan nasional. Menurut Juliwaty, program tersebut membantu menopang permintaan produk kesehatan di pasar domestik.

Mengenai dampak kenaikan harga bahan bakar, Juliwaty menyebut pengaruhnya relatif terbatas terhadap operasional Medela Potentia. Distribusi perusahaan yang sebagian besar masih memakai BBM bersubsidi membuat tekanan langsung pada biaya logistik belum terlalu besar.

Juliwaty menekankan bahwa meski tantangan datang dari berbagai sisi, pendekatan yang terfokus pada efisiensi operasional dan pemantauan rantai pasok menjadi kunci agar perusahaan dapat tetap melayani kebutuhan pasar.