— Camat di Boyolali menerima sanksi berupa teguran tertulis setelah mengirimkan video porno kepada mantan karyawannya, A (19). Korban menyatakan kecewa karena menilai teguran saja tidak cukup.

A menceritakan hubungannya dengan pelaku saat bekerja di sebuah toko roti berjalan baik sehingga ia terkejut saat menerima dua video mesum dari sang camat.

“Di berita yang beredar sanksinya itu enggak ada, cuma dapat teguran. Harusnya kan ada,” kata A.

Korban menilai teguran itu tidak proporsional dan mengkhawatirkan adanya korban lain yang belum berani bersuara jika tindakan pelaku hanya berujung pada teguran.

“Tapi itu cuma dapat teguran aja, enggak dapat sanksi. Kan kita juga enggak tahu kalau ada korban lain yang enggak berani speak up kan. Lah itu gimana itu, soalnya kan cuma dapat teguran, enggak dapat sanksi lain. Padahal dia sudah melanggar aturan juga sih,” ujar A.

A menyatakan dirinya sakit hati dan sangat terkejut karena tidak pernah menjelek-jelekkan mantan atasannya sebelumnya.

“Saya langsung gemeteran, lha ini kok ngirimi kayak gini, kenapa gitu. Padahal kan nggak ada masalah sama sekali,” katanya.

Pasca kejadian, A mengaku mengalami gangguan tidur dan ketakutan saat bepergian karena khawatir bertemu camat tersebut, yang menurutnya tidak segera memberi klarifikasi.

“Bikin saya jadi kepikiran terus,” tambahnya.

Korban meminta adanya sanksi yang lebih tegas untuk mantan bosnya karena khawatir pelaku akan mengulangi perbuatan serupa jika hanya diberi teguran.