Manchester, Inggris – Bek Manchester United, Lisandro Martinez, menjadi sorotan dua legenda klub, Paul Scholes dan Nicky Butt, jelang pertandingan derby melawan Manchester City. Keduanya mengkritik ukuran tubuh Martinez yang dianggap tidak ideal untuk menghadapi striker berbahaya seperti Erling Haaland.
Kritik Personal yang Dipertanyakan
Scholes dan Butt secara spesifik menyoroti postur tubuh Martinez yang relatif kecil, meragukan kemampuannya membendung fisik kuat Haaland. Namun, analisis tersebut terbukti keliru ketika Manchester United berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Manchester City, dengan Martinez sukses mengawal ketat Haaland sepanjang pertandingan.
Menanggapi kritik tersebut, Martinez secara terbuka menyatakan bahwa para legenda tersebut dipersilakan datang langsung ke rumahnya jika ingin memberikan kritik lebih lanjut. Pernyataan ini mengindikasikan rasa frustrasinya terhadap komentar yang dinilai berlebihan.
Pandangan Jurnalis Independen
Jurnalis Inggris, Alex Crook, turut angkat bicara mengenai polemik ini. Ia menilai bahwa kritik yang dilontarkan oleh para legenda Manchester United terhadap tim saat ini cenderung lebih tajam dibandingkan dengan legenda klub lain.
“Saya memperhatikan hubungan antara para legenda Manchester United dengan tim saat ini dibandingkan dengan legenda klub lain, dan mereka memang punya kecenderungan untuk melontarkan kritik yang jauh lebih tajam,” ujar Crook kepada TalkSport.
Crook menambahkan bahwa meskipun tugas legenda bukan sekadar menjadi pemandu sorak dan kritik adalah hal yang wajar, namun penyampaiannya terkadang bisa menjadi terlalu personal. Ia secara khusus menyoroti kritik terhadap tinggi badan Martinez yang dianggapnya tidak tepat, terutama mengingat performa Martinez yang terbukti efektif meredam Haaland dalam pertandingan sebelumnya.
“Ketika Anda mulai membicarakan tinggi badan seseorang-padahal risetnya belum mendalam karena Martinez terbukti mampu meredam Haaland di pertandingan-pertandingan sebelumnya-hal itu sudah tidak tepat,” tegas Crook.
Konteks Pertandingan
Kemenangan Manchester United atas Manchester City dalam derby tersebut menjadi bukti bahwa penilaian Scholes dan Butt tidak sepenuhnya akurat. Performa solid Martinez di lini pertahanan menjadi salah satu kunci keberhasilan tim meraih tiga poin.
Perdebatan mengenai peran dan kritik dari legenda klub terhadap pemain aktif memang kerap terjadi. Namun, kasus Martinez ini menyoroti pentingnya penyampaian kritik yang konstruktif dan berbasis pada analisis mendalam, bukan sekadar penilaian personal yang dangkal.






