Berita

Jenazah Pramugari Olen Korban ATR 42-500 Akan Dimakamkan di Manado

Advertisement

Jenazah pramugari korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, Florencia Lolita Wibisono alias Olen (33), akan dimakamkan di Tondano, Manado, Sulawesi Utara. Keluarga telah melepas kepergian Olen yang menjadi salah satu dari tujuh korban tewas dalam insiden tersebut.

Kronologi Penemuan Jenazah

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) dalam penerbangan rute Yogyakarta-Makassar. Puing-puing pesawat ditemukan di lereng Gunung Bulusaruang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Minggu (18/1/2026). Hingga kini, enam dari delapan orang di pesawat telah ditemukan, sementara pencarian terus berlanjut.

Kakak ipar Olen, Felix Agoes, menceritakan bahwa keluarga berangkat ke Makassar pada Minggu (18/1/2026) dan difasilitasi oleh maskapai IAT. Setelah berdoa bersama pada Senin (19/1/2026), keluarga mendapat kabar penemuan jasad kedua yang diyakini sebagai Olen. Namun, evakuasi tertunda karena cuaca buruk dan kondisi medan yang terjal.

Pada Selasa (20/1/2026), setelah modifikasi cuaca, jasad tersebut berhasil dievakuasi melalui jalur darat dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk identifikasi. Kepastian bahwa jasad tersebut adalah Olen didapat pada Rabu (21/1/2026) pagi. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga di kantor Biddokes Polda Sulawesi Selatan.

Perjalanan Jenazah ke Manado

Setelah diserahkan kepada keluarga, jenazah Olen diterbangkan dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, menuju Jakarta pada Rabu (21/1/2026) malam. Setibanya di Jakarta, jenazah dibawa ke rumah duka di Grand Heaven Pluit, Jakarta Utara.

Keluarga sepakat untuk memakamkan Olen di tanah kelahirannya di Tondano, Manado. “Dimakamkannya di Tondano, di Manado. Karena memang Olen besarnya lama di sana. Jadi ada di Tondano,” kata Felix kepada wartawan di rumah duka, Kamis (22/1/2026).

Advertisement

Jenazah Olen dijadwalkan diberangkatkan ke Manado pada Kamis (22/1/2026) malam menggunakan kargo. Pihak keluarga akan kembali mengadakan ibadah dan penghormatan terakhir di Manado sebelum pemakaman pada Sabtu (24/1/2026).

Sosok Olen di Mata Keluarga

Kakak Olen, Natasya Wibisono, mengenang adiknya sebagai sosok yang ceria dan suka membantu orang. “Adik aku itu sosok yang ceria. Dia suka bantu orang. Walaupun mungkin dia nggak ada, dia selalu usahakan untuk orang lain,” ujar Natasya di Rumah Duka Grand Heaven Pluit, Jakarta Utara, Kamis (22/1/2026).

Natasya menambahkan bahwa Olen baru tiga bulan bekerja di Indonesia Air Transport dan merasa bahagia di lingkungan barunya. “Dia cerita, gimana dia happy di sana. Ketemu banyak orang baik,” imbuhnya.

Keluarga mengaku masih berupaya belajar ikhlas atas kepergian Olen. Natasya berterima kasih atas doa dan dukungan yang diberikan kerabat serta rekan Olen.

Advertisement