— Berikut rangkuman lima berita investasi dan keuangan yang paling banyak dibaca hingga Selasa (7/7/2026). Artikel ini menyajikan perkembangan penting seputar emiten, kebijakan pajak, indeks global, serta peluang pasar saham komoditas.

Informasi disusun berdasarkan pengumuman perusahaan, riset sekuritas, dan pernyataan resmi kementerian terkait yang dirilis terbaru.

Saham DEWA Didorong Kontrak Besar

PT Darma Henwa Tbk (DEWA), bagian dari Grup Bakrie, memperoleh kontrak dari PT Suku Sejaka Coal (SSC) untuk tambang di Pulau Laut, Kalimantan Selatan. Kontrak ini mencakup overburden removal (OB) 55 juta bcm dan produksi batu bara 5 juta ton, dengan kemungkinan perpanjangan.

Riset BCA Sekuritas memperkirakan OB DEWA naik 27% menjadi 205 juta bcm pada 2027 dari estimasi 160 juta bcm pada 2026. Proyeksi pendapatan meningkat 19% menjadi Rp7,9 triliun dan laba bersih naik 23% menjadi Rp1,1 triliun.

Purbaya Siapkan Evaluasi Ketat di DJP Atas Potensi Shortfall

Pemerintah memperkirakan penerimaan pajak 2026 mencapai Rp2.310,8 triliun, lebih rendah dari target APBN sebesar Rp2.357,7 triliun, sehingga potensi shortfall tercatat Rp46,9 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan memperketat evaluasi kinerja Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Pegawai yang dinilai tidak bekerja optimal bisa diberhentikan sementara atau dirumahkan sebagai langkah peningkatan kinerja penerimaan negara.

Selain itu, Kementerian Keuangan terus membenahi Sistem Inti Administrasi Perpajakan (Coretax) dan melakukan pembenahan menyeluruh hingga tingkat kantor pelayanan pajak.

MSCI Kembali Bekukan Penambahan Saham Indonesia

Penyedia indeks MSCI kembali membekukan seluruh peningkatan foreign inclusion factors (FIF) dan number of shares (NOS) dalam MSCI Global Investable Market Indexes pada review Agustus 2026, melanjutkan kebijakan pada tinjauan sebelumnya.

BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan pembekuan juga mencakup penambahan saham Indonesia ke MSCI Investable Market Indexes (IMI) dan tidak ada perpindahan klasifikasi antarindeks berdasarkan ukuran saham.

MGLV Dalam Proses Akuisisi dan Perubahan Nama

PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) sedang mengajukan perubahan nama menjadi PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk ke Kementerian Hukum. Perusahaan mengumumkan penandatanganan perjanjian pengikatan jual beli saham dan piutang (PPJB) dengan PT Nextier Datamate Center (NDC).

NDC tercatat sebagai pengendali baru MGLV dengan kepemilikan 78,74% sejak 9 Februari 2026. Salah satu penerima manfaat akhir disebutkan adalah Patrick Walujo, disertai nama lain termasuk Glenn T Sugita dan Suriyanto.

Saham Komoditas: BUMI Punya Potensi Cuan Tertinggi

Perubahan kebijakan pemerintah mendorong re-rating saham komoditas. Riset menunjukkan potensi keuntungan terbesar ada pada Bumi Resources (BUMI), diikuti Amman Mineral Internasional (AMMN), Antam (ANTM), dan Timah (TINS).

Saham emiten komoditas mulai pulih dari level terendah, didukung perkembangan kebijakan yang lebih mendukung ekspor. Kejelasan mengenai kerangka pelaksanaan Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) disebut sebagai salah satu perkembangan penting.