Berita7 — Jakarta – Anggota DPR RI, Alex Indra Lukman, menyoroti insiden seorang pelajar berinisial R (17) yang membawa dan mendedahkan bom rakitan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat.
Alex menekankan pentingnya peran sekolah dan keluarga dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan guyub.
Tekanan Lingkungan Sekolah dan Tanggung Jawab Orang Tua
Alex mengingatkan bahwa tanggung jawab sekolah tidak terbatas pada pengajaran kurikulum, tetapi juga mencakup interaksi sosial di lingkungan pendidikan.
“Tanggung jawab sekolah, bukan hanya terkait kurikulum pelajaran, tetapi juga interaksi di lingkungan sekolah baik itu antarsiswa maupun dengan guru-gurunya,” kata Alex Indra Lukman dalam keterangan tertulis, Rabu (15/7/2026).
Selain mengimbau pihak sekolah, Wakil Ketua Komisi IV DPR ini meminta orang tua berperan lebih aktif dalam pendidikan anak di rumah agar nilai-nilai kemanusiaan tertanam kuat.
“Misalnya, tentang penanaman nilai-nilai kemanusiaan. Ini akan lebih membekas pada jiwa anak, jika dilakukan oleh orang tua di rumah,” terang ketua PDIP Sumbar ini.
Alex menilai peran keluarga penting untuk membentuk sikap toleran dan mencegah perilaku bullying di lingkungan sekolah.
“Dengan begitu, anak akan tumbuh dengan jiwa yang lebih toleran dan tidak suka menjahili teman-temannya dengan bully-an,” tambah anggota DPR RI Dapil Sumbar I ini.
Proses Penegakan Hukum dan Perlindungan Hak Anak
Alex juga meminta penyidik Polresta Padang yang menangani peristiwa ledakan tersebut memperhatikan hak anak sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Kepada penyidik Polresta Padang yang memproses peristiwa meledaknya bom ini, Alex juga berharap, tidak mengabaikan hak-hak anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak yakni UU No 23 Tahun 2002 yang telah mengalami perubahan melalui UU No 35 Tahun 2014 serta UU No 17 Tahun 2016.
Peristiwa Ledakan di MAN 3 Padang
Peristiwa itu terjadi Selasa (14/7) di MAN 3 yang terletak di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang. Barang yang diduga bom rakitan pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan sekolah.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Polisi menyebut R kerap menjadi korban perundungan atau bullying dari teman-temannya.
“Iya betul korban bullying karena tekanan psikologi sering jadi objek ejekan teman-temannya ya, dia berbuat seperti itu,” ujar Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Susmelawati Rosya saat dihubungi wartawan.
Ikuti Berita7
