Sepakbola

Kylian Mbappe Bantah Main di El Clasico Demi Selamatkan Xabi Alonso

Advertisement

JEDDAH – Bintang Real Madrid, Kylian Mbappe, membantah rumor yang menyebutkan keputusannya bermain di final Piala Super Spanyol melawan Barcelona dipengaruhi oleh nasib pelatih Xabi Alonso. Mbappe menegaskan bahwa keinginannya untuk selalu bermain di setiap pertandingan adalah alasan utamanya kembali merumput lebih cepat dari perkiraan medis.

Cedera Lutut dan Kepulangan Cepat

Mbappe mengalami cedera lutut jelang Natal lalu, yang membuatnya absen dalam beberapa pertandingan penting, termasuk melawan Real Betis di Liga Spanyol dan semifinal Piala Super Spanyol melawan Atletico Madrid. Namun, ia memutuskan untuk menyusul tim ke Jeddah dan tampil sebagai pemain pengganti di laga final melawan Barcelona.

Pertandingan tersebut berakhir dengan kekalahan 2-3 bagi Real Madrid. Sehari setelah final, Xabi Alonso diberhentikan dari jabatannya sebagai pelatih Los Blancos. Muncul spekulasi dari media Prancis, L’Equipe, yang mengaitkan pemecatan Alonso dengan hasil final tersebut, dan bahwa Mbappe mengetahui hal ini.

Mbappe: Keinginan Bermain Jadi Prioritas

Menanggapi rumor tersebut dalam konferensi pers jelang laga Liga Champions antara Madrid melawan Monaco, Mbappe dengan tegas membantahnya. Ia menyatakan bahwa comeback-nya di El Clasico tidak ada hubungannya dengan situasi Xabi Alonso.

“Apakah aku harus mengomentari semua yang dikatakan jurnalis di Prancis? Aku pergi karena aku selalu ingin bermain di setiap pertandingan. Apakah aku bermain bagus atau tidak, aku tidak tahu, tapi begitulah aku,” ujar Kylian Mbappe seperti dikutip dari AS.

Advertisement

Penyerang berusia 28 tahun itu menambahkan, “Jika aku punya kesempatan bermain di setiap pertandingan, aku akan mengambilnya. Kami toh sudah membuat sebuah rencana untuk comeback di Piala Super, dan itu memang tidak memungkinkan saat melawan Atletico.”

Mbappe mengungkapkan kesedihannya karena tidak bisa bermain di semifinal. “Saat itu aku sangat sedih, dan aku tidak siap untuk bermain di final tapi pelatih memintaku untuk datang dan mendukung tim. Aku berusaha bermain sebaik mungkin yang kubisa. Namun, hal itu tidak berjalan dengan baik karena kami tidak menang, dan sekarang aku kembali. Untuk melakukan semuanya dengan benar,” pungkasnya.

Keputusan Mbappe untuk kembali bermain lebih cepat dari saran medis, yang seharusnya menahannya hingga akhir Januari, memang menimbulkan pertanyaan. Namun, ia bersikeras bahwa motivasinya murni datang dari hasratnya untuk berkompetisi.

Advertisement