Berita7 — KPK memeriksa sejumlah saksi dalam penyidikan dugaan suap yang menjerat Bupati Muara Enim nonaktif, Edison. Salah satu saksi yang menjalani pemeriksaan adalah Dirjen PKN V Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Widhi Widayati (WW).
Juru bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan pemeriksaan itu terkait dugaan tindak pidana korupsi (TPK) pada proses audit laporan keuangan BPK untuk Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
“Hari ini KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi-saksi dalam dugaan TPK terkait audit laporan keuangan oleh BPK di Kabupaten Muara Enim Sumsel,” kata juru bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).
Widhi Widayati tiba di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, pukul 10.00 WIB. Selain Widhi, KPK pada hari yang sama juga memeriksa empat saksi lain yaitu Bobby Adhityo Rizaldi selaku Anggota V BPK, Tuning Rahayu selaku Tenaga Ahli Anggota V BPK, Ahdony Asfiansyah selaku ASN BPK dan Wahyu Tri Handoko selaku Kepala Sekretariat AKN V BPK.
Awal Kasus dan Penetapan Tersangka
Edison ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (8/6). KPK kemudian menetapkan Edison sebagai tersangka pada Selasa (9/6).
Selain Edison, KPK menetapkan tiga orang lain sebagai tersangka usai OTT itu. Berikut identitas para tersangka:
- Bupati Muara Enim, Edison
- Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026, Abi Nurwardani.
- Keponakan Bupati, Adi Triyadi
- Marketing PT Millenium Solusi Abadi, Cory Erin Hardi.
KPK menduga Edison menerima suap Rp 500 juta dari Cory. Suap diduga diterima lewat Abi Nurwardani.
Menurut penyidikan, suap itu diduga merupakan uang untuk menjaga “hubungan baik” karena PT MSA selaku supplier smart board telah mendapat proyek pengadaan dari Pemkab Muara Enim tahun 2025. Selain itu, Abi menerima setoran duit dari rekanan dinas lainnya di Muara Enim. KPK menyita duit sekitar Rp 1,9 miliar dalam perkara ini.
OTT dan Dugaan Suap ke Pejabat BPK
Pada Rabu (10/6), KPK melakukan OTT terhadap lima orang ASN BPK. KPK menyebutkan OTT ini masih terkait dugaan suap di Pemkab Muara Enim. KPK menduga Bupati Muara Enim memberi suap ke pihak BPK terkait temuan dalam pengadaan smart board.
KPK kemudian menetapkan lima orang tersangka dalam perkara dugaan suap dari pihak Edison ke pihak BPK. Dalam penyidikan, KPK mengungkap pihak BPK diduga meminta Rp 1,6 miliar untuk mengubah hasil audit.
Berikut lima tersangka dalam kasus kedua Edison:
- Angga selaku pihak swasta
- Titin Rita Lestari selaku ASN atau Pengendali Teknis.
- Edison selaku Bupati Muara Enim
- Cory Erin Hardi selaku marketing PT Millenium Solusi Abadi
- Fika selaku pihak Direktur PT Millenium Solusi Abadi.
Penggeledahan Rumah Anggota BPK
Terbaru, KPK telah menggeledah rumah anggota V Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Bobby Adhityo Rizaldi (BB). Penyidik mengamankan sejumlah barang bukti dari penggeledahan tersebut.
“Benar, hari ini penyidik melakukan penggeledahan di rumah Saudara BB, yang berlokasi di wilayah Jakarta. Dalam penggeledahan ini, penyidik mengamankan beberapa barang bukti elektronik,” kata juru bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7).
Ikuti Berita7
