— Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, E. Aminudin Aziz, menyatakan penurunan anggaran yang drastis mengganggu pelaksanaan program literasi pada 2026. Ia menyebut sejumlah program seperti pembagian buku ke desa, pengelolaan taman baca masyarakat, hingga layanan di Puskesmas tidak dapat dilanjutkan karena keterbatasan dana.

Aminudin menyampaikan keluhan itu saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi X DPR di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Ia memberi contoh terkait program pembagian buku ke setiap desa, taman baca masyarakat, hingga Puskesmas. Dia mengatakan program yang disambut positif oleh masyarakat itu tidak bisa lagi dilakukan di 2026.

“Tahun 2026 ini tidak bisa kami kerjakan karena tidak ada uangnya,” imbuh dia.

Rencana Fisik dan Renovasi Terhenti

Selain distribusi buku, Aminudin menyampaikan rencana pembangunan fisik, renovasi, dan pembelian perlengkapan juga tidak dapat dilaksanakan. Kondisi ini, menurutnya, membuat upaya menggerakkan literasi secara lebih masif tidak terealisasi.

“Nah, ini apa, menjadikan rencana kita untuk menggerakkan literasi lebih masif ini tidak bisa kita kerjakan,” ujar dia.

Negosiasi Target Dengan Bappenas

Aminudin menuturkan Perpusnas telah mengomunikasikan persoalan anggaran kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. Ia bahkan meminta penurunan target karena dana yang tersedia tidak memadai untuk mencapai target semula.

“Tidak mungkin dengan anggaran besar tercapai, dengan anggaran kecil tetap tercapai. Jadi ya sudah saja dikasih kecil, ngapain buat besar, kan gitu. Nah, logika ini tentu tidak bisa kita terima karena bagaimanapun kalau tidak ada penurunan target, ya kami tidak akan bisa mencapai target-target yang sudah ditetapkan,” tutur dia.

“Oleh karena itu, kami melakukan negosiasi dengan Bappenas supaya ada penurunan angka-angka target. Dan ini diskusi terus dilakukan dan ini terjadi penurunan-penurunan itu. Maka ketika kita bicara tentang target-target tadi, itu sebetulnya adalah target-target yang sudah disepakati untuk terjadi penyesuaian,” lanjutnya.

Realisasi Anggaran 2025

Aminudin memaparkan rincian alokasi anggaran Perpusnas pada 2025. Menurutnya, Perpusnas mendapatkan anggaran lebih dari Rp 721,6 miliar pada tahun tersebut, namun sempat diblokir sebesar Rp 132 miliar sehingga anggaran yang dapat dipakai tinggal Rp 589,5 miliar.

“Nah, sepanjang tahun 2025 itu kami mendistribusikan anggaran itu ke unit-unit kerja, lalu terealisasi anggaran sebesar Rp 583,2 miliar dan ini setara dengan 98,93%,” pungkas dia.