Berita7.co.id — Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mendorong PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mempercepat pemenuhan kesiapan operasional Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Percepatan itu direncanakan berdasarkan dua skenario reaktivasi dengan target waktu operasional berbeda.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menyatakan Ditjen Hubud telah menyelesaikan kajian operasional dan safety assessment sebagai dasar reaktivasi. Selanjutnya, pemenuhan aspek operasional menjadi tanggung jawab InJourney Airports sebagai operator bandara.
Detail Dua Skenario Reaktivasi
Menurut Lukman, skenario pertama menargetkan mulai melayani penerbangan pesawat jet pada 17 Agustus 2026 dengan operasi minimal, termasuk penerbangan bisnis dan charter, didukung kesiapan infrastruktur dasar.
Skenario kedua ditujukan mencapai operasional penuh pada 17 September 2026, sehingga bandara dapat melayani pesawat jet kategori Boeing 737-800 dan Airbus A320. Pada skenario ini akan diterapkan sistem slot management untuk memastikan kapasitas berjalan aman, tertib, dan efektif.
Pekerjaan Infrastruktur yang Dipercepat
InJourney Airports didorong segera memenuhi kebutuhan di sisi darat (landside) dan sisi udara (airside). Pekerjaan yang perlu dipercepat meliputi overlay runway dan taxiway, rekonstruksi rigid apron serta overlay flexible apron, perbaikan atap terminal dan waterproofing, serta penyempurnaan fasilitas pelayanan penumpang.
Dari aspek keselamatan, Ditjen Hubud meminta pemenuhan persyaratan Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) Kategori 7. Pemenuhan itu dapat dilakukan lewat mobilisasi kendaraan Aircraft Rescue and Fire Fighting (ARFF) dari Bandar Udara Kertajati setelah selesainya operasional pemulangan jemaah haji, disertai penguatan personel PKP-PK.
Koordinasi dan Optimalisasi Aset
Ditjen Hubud mendorong pemenuhan kebutuhan peralatan pendukung melalui optimalisasi dan mobilisasi aset yang tersedia tanpa pengadaan baru, agar proses reaktivasi berlangsung lebih efisien.
Pelaksanaan reaktivasi akan diawasi dan dikoordinasikan bersama InJourney Airports, TNI Angkatan Udara melalui Komandan Lanud Husein Sastranegara, serta pemangku kepentingan terkait, mengingat operasional bandara dilaksanakan secara bersama (shared use).
“Kami mendorong Angkasa Pura Indonesia untuk segera menindaklanjuti pemenuhan seluruh aspek kesiapan operasional. Kami telah menyiapkan dua skenario… Seluruh proses tersebut harus tetap mengedepankan prinsip keselamatan, keamanan, pelayanan dan kepatuhan terhadap regulasi penerbangan sipil,” kata Lukman.
Karakteristik Bandara
Bandara Husein Sastranegara memiliki landas pacu sepanjang 2.220 x 45 meter dan digunakan bersama dengan TNI Angkatan Udara.
Ikuti Berita7.co.id
