JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebagian wilayah di Provinsi Jawa Timur tengah dilanda kekeringan, meskipun intensitas hujan tinggi masih terjadi di sejumlah daerah lain. Salah satu kabupaten yang terdampak adalah Bondowoso.
Kekeringan di Klekean dan Botolinggo
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa kekeringan tersebut terjadi di wilayah Klekean dan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso. Fenomena ini disebabkan oleh menurunnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir di daerah tersebut.
“Kondisi tersebut menyebabkan lahan persawahan tidak memperoleh pasokan air yang memadai sehingga tanah menjadi kering dan berdampak pada aktivitas pertanian warga,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (29/1/2026), dilansir Antara.
Dampak dan Respons Cepat
Data yang diterima BNPB mengkonfirmasi bahwa kekeringan ini berdampak pada 149 kepala keluarga. Abdul Muhari memastikan bahwa tim reaksi cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso telah secara intensif melakukan pendistribusian air bersih dalam beberapa hari terakhir untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.
Selain itu, sistem pompanisasi juga mulai disiapkan oleh pemerintah daerah setempat untuk membasahi lahan persawahan yang mengering di Klekean, Botolinggo. “Sebagai langkah respons cepat bersama pemerintah daerah setempat telah melakukan pendistribusian air,” tegas Abdul Muhari.





