Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengungkapkan keprihatinan mendalam atas bencana banjir yang melanda Aceh, bahkan Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengibaratkan kejadian tersebut sebagai ‘tsunami kedua’. Pernyataan ini disampaikan Muzani usai bertemu Mualem di Kantor Gubernur Aceh, Syiah Kuala, Banda Aceh, pada Selasa (10/2/2026).
Beban Berat Pasca-Bencana
Muzani menuturkan, Mualem menyampaikan beban berat yang dihadapi Provinsi Aceh dalam menangani dampak banjir. “Ini tsunami kedua, Pak. Itu istilah yang diucapkan oleh beliau kepada kami,” ujar Muzani menirukan ucapan Mualem.
Lebih lanjut, Mualem memaparkan sejumlah persoalan mendasar terkait penanganan bencana. Ia mendorong pembentukan badan rekonstruksi dan rehabilitasi, serupa dengan yang dibentuk pascatsunami 2004. Selain itu, Mualem juga menyoroti minimnya keuangan daerah untuk menanggung beban bencana, serta kebutuhan mendesak akan hunian sementara bagi para pengungsi.
Persoalan lain yang diangkat adalah masa depan warga yang kehilangan pekerjaan dan kelangsungan pendidikan anak-anak sekolah. Muzani menegaskan bahwa semua aspirasi tersebut telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Aceh Adalah Indonesia
Ahmad Muzani menekankan bahwa sakit Aceh adalah sakit Indonesia. “Aceh adalah bagian Negara Republik Indonesia, Aceh adalah bagian dari NKRI, dan sakit Aceh adalah sakit kami, bencana Aceh adalah bencana kami,” tegasnya.
Ia meyakinkan bahwa pemerintah berkomitmen penuh dalam upaya penanganan dan pemulihan Aceh. Muzani juga bersyukur bahwa hampir seluruh pasokan listrik di Aceh, sekitar 99 persen, telah kembali menyala. “Tadi disampaikan oleh Pak Tito (Mendagri) sudah hampir, sudah 99% listrik di Aceh nyala. Tinggal beberapa puluh desa yang belum nyala itu pun karena lokasinya yang sangat jauh, memerlukan kesabaran, tapi petugas PLN dengan kesabarannya, dengan kekuatannya akan terus memulihkan seluruh kelistrikan yang ada di Aceh,” ungkapnya.
Presiden Prabowo, kata Muzani, bertekad membangun kembali Aceh menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya. Komitmen ini disampaikan dalam berbagai kesempatan, termasuk dalam rapat kabinet dan rapat pusat-daerah.
Dukungan Nyata dari MPR
Dalam kunjungan tersebut, MPR RI memberikan 15.000 paket sembako dan 15.000 paket ibadah sebagai bentuk dukungan nyata. Muzani juga menanggapi usulan peniadaan barcode pembelian BBM subsidi di Aceh dan berjanji akan berkoordinasi dengan Pertamina.
Terkait usulan 500.000 pemegang kartu BPJS subsidi warga Aceh ditanggung APBN, Muzani menyatakan akan berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan dan Badan Anggaran DPR. “Undang-undang memungkinkan ini ditanggung oleh APBN. Hanya ini perlu kita bicarakan bersama baik dengan otoritas BPJS ataupun dengan Menteri Kesehatan dan tentu saja Badan Anggaran di DPR,” jelasnya.
MPR juga berharap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dapat membangun jembatan sementara menjadi permanen pasca-lebaran, mengingat akses jalan dan jembatan yang terputus masih menghambat penyaluran bantuan di beberapa desa.
Kunjungan pimpinan MPR ini dihadiri oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto, Hidayat Nur Wahid, Eddy Soeparno, Edhi Baskoro Yudhoyono, A. M. Akbar Supratman, serta pimpinan dari semua fraksi. Turut hadir Mendagri Tito Karnavian, Kepala BPOM Taruna Ikrar, dan sejumlah pejabat lainnya.






