Berita7 — Kacamatamoo meluaskan pasar ke Asia dan memperkuat ekosistem layanan penglihatan melalui kemitraan strategis. Langkah ekspansi ini mencakup pembukaan gerai di beberapa negara dan integrasi layanan klinis untuk memperkuat posisi sebagai penyedia vision care terintegrasi asal Indonesia.
Pendiri Kacamatamoo, Michael Oktowinadi, menyatakan bahwa perusahaan menerima mitra dari India, Vietnam, dan Malaysia sebagai bagian dari upaya meraih panggung internasional. Menurut Michael, perusahaan kini menjadi satu-satunya merek lokal optik yang menargetkan langkah ke pasar global.
Ekspansi Regional
Michael menyampaikan Kacamatamoo sudah memasuki pasar India selama dua bulan dengan mendirikan satu gerai, sementara operasional di Malaysia berjalan sejak satu bulan lalu. Dia mengatakan performa penjualan di Johor, Malaysia, mencapai dua kali lipat dibandingkan Indonesia karena daya beli pasar setempat dan antusiasme terhadap produk Indonesia.
Rencana ekspansi berlanjut ke Ho Chi Minh, Vietnam, dalam waktu dekat, dan target pembukaan gerai di Filipina serta Thailand pada tahun depan. Semua produk yang dijual perusahaan saat ini dikirim dari Indonesia.
Kemitraan Dengan Vio Optical Clinic
Untuk mendukung percepatan go regional, Kacamatamoo menandatangani kerja sama dengan Vio Optical Clinic, yang telah memiliki 14 cabang. Kemitraan ini akan menjadi dasar pengembangan “Vision Center”, sebuah ekosistem layanan penglihatan yang menjangkau kebutuhan dari anak-anak hingga dewasa.
“Bergabungnya Vio ke dalam ekosistem Kacamatamoo membuka peluang untuk memperluas edukasi dan akses masyarakat terhadap layanan vision care. Kami percaya banyak kebutuhan penglihatan yang perlu dipahami lebih dini, terutama pada anak-anak,”
— dr. Andri Agus Syah, OD.FPCO.FAAO, pendiri Vio Optical Clinic.
Integrasi Vio memperkuat fondasi Kacamatamoo sebagai integrated vision care ecosystem. Dalam struktur ini, Kacamatamoo berfungsi sebagai titik akses konsumen yang dekat dengan masyarakat, sedangkan Vio menyediakan kapabilitas layanan klinis mata. Strategi tersebut diharapkan meningkatkan perjalanan pelanggan, memperkuat kepercayaan merek, dan membuka peluang layanan bernilai tambah di pasar eyewear dan vision care.
Michael menambahkan bahwa kombinasi jaringan ritel dan kedalaman layanan klinis akan menopang rencana mereka membangun klinik dan rumah sakit mata sebagai bagian dari pengembangan jangka panjang.
Target 100 Toko di Akhir 2026
Sejak berdiri pada 2019, Kacamatamoo tumbuh pesat sebagai perusahaan optik modern di Indonesia. Michael menyebut perusahaan pernah menjadi optik pertama yang berjualan secara online melalui platform seperti Shopee dan TikTok, dengan penjualan harian mencapai 200 unit pada masa tertentu. Namun saat ini kontribusi penjualan online turun di bawah 5% karena kebiasaan konsumen yang lebih memilih pemeriksaan mata sebelum membeli kacamata.
Hingga kini, Kacamatamoo telah melayani lebih dari 350.000 pelanggan, menjual lebih dari 1,3 juta frame dan lensa, mencatat sekitar 15.000 transaksi per bulan, serta mengoperasikan 92 toko di berbagai kota Indonesia. Perusahaan menargetkan memiliki lebih dari 100 toko hingga akhir tahun.
Segmen pasar yang dibidik perusahaan adalah kelas menengah bawah. Untuk menjangkau segmen ini, Kacamatamoo menempatkan gerai di ruko bukan di mal dan menawarkan produk dengan kisaran harga Rp100.000–Rp300.000.
Model ekspansi Kacamatamoo sebagian besar berbasis kemitraan. Dari 92 toko yang beroperasi, sekitar 35 dimiliki perusahaan, sedangkan sisanya dikelola mitra. Investasi pembukaan satu gerai berkisar antara Rp1 miliar hingga Rp1,5 miliar, bergantung ukuran dan lokasi toko. Saat ini seluruh kacamata diimpor dari Cina, dan perusahaan menyatakan rencana mendirikan pabrik kacamata dalam negeri ke depannya.
Ikuti Berita7
