Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, terlibat adu mulut dengan suporter timnya di pinggir lapangan saat pertandingan Liga Champions melawan Benfica di Allianz Stadium, Kamis (22/1/2026) dini hari WIB. Insiden ini diduga dipicu oleh tingginya tensi pertandingan yang membuat Spalletti kehilangan kontrol.
Juventus Raih Kemenangan Penting
Dalam lanjutan Liga Champions tersebut, Juventus berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Benfica. Gol-gol kemenangan Juventus dicetak oleh Khephren Thuram pada menit ke-55 dan Weston McKennie sembilan menit kemudian. Kemenangan ini membawa Juventus naik ke peringkat 15 klasemen sementara dengan mengoleksi 12 poin. Hasil ini memastikan Juventus lolos ke babak playoff Liga Champions, dengan peluang untuk melaju langsung ke babak 16 besar jika mampu meraih kemenangan pada laga pekan depan melawan AS Monaco.
Spalletti Ungkap Kekhawatiran di Balik Emosinya
Sebelum gol-gol tercipta, Juventus menampilkan performa yang kurang meyakinkan, terutama di babak pertama, yang memicu cemoohan dari para suporter saat turun minum. Pada awal babak kedua, Juventus juga masih kesulitan mengembangkan permainan. Momen inilah yang diduga memicu emosi Spalletti. Reporter Amazon Prime, Alessandro Alciato, yang berada di tepi lapangan, menyaksikan langsung Spalletti terlibat dalam percakapan sengit dengan seorang penggemar yang duduk di belakang bangku pemain. Terdengar omelan Spalletti yang ditujukan kepada suporter tersebut, “Lain kami, tinggal di rumah saja.”
Usai pertandingan, Spalletti memberikan penjelasan mengenai insiden tersebut. Ia mengaku sempat merasa khawatir Juventus tidak akan mampu meraih kemenangan. “Terkadang saya sedikit takut kami tidak akan berhasil, tapi memang begitulah saya,” ujar Spalletti kepada Amazon Prime Video Italia. “Ini pertandingan penting, banyak hal yang akan terjadi jika kita tidak meraih kemenangan, jadi ada banyak ketegangan yang menumpuk.”
Spalletti menambahkan, “Kami memulai dengan baik, kemudian permainan kami sedikit terlalu bertahan, kami kehilangan bola beberapa kali dengan sangat mudah, dan itu menambah tekanan yang tidak perlu pada kami.”






