Sepakbola

Jose Mourinho Buka Suara Soal Pemecatan Ruben Amorim dari Manchester United

Advertisement

Lisbon – Jose Mourinho enggan berkomentar banyak mengenai pemecatan Ruben Amorim dari kursi manajer Manchester United. Namun, Mourinho yakin Amorim tidak akan kesulitan mencari klub baru di masa depan.

Amorim Dipecat Akibat Hasil Buruk

Ruben Amorim secara mengejutkan diberhentikan dari jabatannya sebagai manajer Manchester United pada awal pekan ini. Keputusan ini diambil setelah manajer asal Portugal berusia 40 tahun itu berselisih dengan petinggi klub, ditambah rentetan hasil yang tidak memuaskan.

Setelah berhasil meraih tiga kemenangan beruntun di Liga Primer pada bulan Oktober, Manchester United gagal mempertahankan momentum. Setan Merah tidak pernah lagi meraih kemenangan beruntun hingga kini. Dalam tujuh pertandingan terakhir, MU hanya mampu meraih dua kemenangan, yang membuat mereka tertahan di posisi keenam klasemen Liga Inggris dan kesulitan menembus empat besar.

Mourinho: Hanya Amorim yang Tahu Alasan Pemecatan

Jose Mourinho, yang pernah menjabat sebagai manajer Manchester United selama dua setengah tahun (2016-2018), menyatakan bahwa hanya Ruben Amorim yang benar-benar memahami alasan di balik pemecatannya.

“Apa yang terjadi dengan Ruben itu sesuatu yang hanya Ruben yang bisa menganalisis,” ujar Mourinho kepada O Jogo. “Saya percaya dia akan melakukannya, dia dan staf-staf dia. Apakah dia akan melakukannya dengan Anda [media] dan membuka pandangan dia ke publik, itu yang saya tidak tahu.”

Advertisement

Catatan Buruk Amorim di Manchester United

Selama membesut Manchester United, Ruben Amorim memimpin tim dalam 63 pertandingan di semua kompetisi. Hasilnya, MU hanya mampu meraih 25 kemenangan dan menderita 23 kekalahan. Persentase kemenangan Amorim yang kurang dari 40% menjadikannya manajer permanen dengan rekor terburuk di era Premier League.

Pintu Baru Akan Terbuka

Meskipun demikian, Jose Mourinho tetap optimistis terhadap masa depan Ruben Amorim. Ia meyakini Amorim masih memiliki peluang besar untuk bangkit dan memperbaiki kariernya.

“Sebuah pintu terbuka, dan pintu lain akan terbuka. Itulah yang terjadi ketika saya pergi dari MU,” tambah Mourinho, yang kini menangani Benfica. “Sejarahnya tetap di sana, statistiknya tetap di sana, tiga medali pulang dan itu saja,” imbuh Mourinho, merujuk pada trofi Liga Europa yang pernah ia persembahkan untuk MU.

(rin/aff)

Advertisement