Berita7 — PT Niramas Utama Tbk (JELI) menargetkan kenaikan pendapatan sekitar 26% pada 2026 setelah berhasil menghimpun dana segar Rp239,4 miliar dari penawaran umum perdana saham (IPO).
Perusahaan menyatakan dana hasil IPO akan diprioritaskan untuk memperbesar kapasitas produksi, memperkuat modal kerja, serta memperbaiki struktur permodalan.
Dalam penawaran publik, JELI melepas sekitar 266 juta saham dengan harga penawaran Rp900 per saham, sehingga meraih dana kotor sebesar Rp239,4 miliar sebelum dikurangi biaya emisi.
Direktur Niramas Utama Adhi S. Lukman menjelaskan sebagian besar dana IPO akan digunakan untuk mempercepat ekspansi, terutama pada produk gummy candy dan jelly yang dianggap berprospek baik di pasar domestik maupun ekspor.
“Sekitar 56,7% dana IPO akan disertakan sebagai modal kepada PT NPS selaku anak usaha untuk belanja modal, sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly. Peningkatan kapasitas ini mendukung permintaan domestik dan ekspor yang menjadi katalis pertumbuhan baru bagi JELI pasca-IPO,” kata Adhi saat paparan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (7/7/2026).
Adapun alokasi dana IPO lainnya mencakup 10,04% untuk pembelian mesin dan peralatan produksi serta peningkatan kapasitas gudang dan efisiensi logistik, 10,9% untuk pelunasan sebagian utang jangka pendek, dan 22,36% sebagai modal kerja.
Adhi menyatakan optimisme bahwa langkah ini akan mendorong kinerja sepanjang tahun. “Tahun ini kami berharap bertumbuh sekitar 26% untuk pendapatan. Untuk bottom line juga seharusnya lebih tinggi dari tahun lalu. Kami konsisten memperbaiki mutu dan menambah SKU,” ujarnya.
Kinerja Keuangan Terakhir
Pada tahun buku 2025, JELI mencatat laba bersih Rp38,4 miliar, naik sekitar 220% dari Rp12,4 miliar pada tahun sebelumnya.
Sementara penjualan tercatat turun 4,49% menjadi Rp753,01 miliar dari Rp788,4 miliar pada 2024, sejalan dengan strategi evaluasi produk dengan produktivitas dan margin rendah.
Meski penjualan turun, profitabilitas membaik. EBITDA meningkat 28,14% menjadi Rp102,3 miliar pada 2025, yang menurut perseroan mencerminkan efektivitas langkah efisiensi dan optimalisasi portofolio produk.
Struktur permodalan juga menunjukkan perbaikan. Rasio debt to equity ratio (DER) turun menjadi 2,79x pada 2025 dari 3,41x pada 2023, seiring penguatan posisi keuangan perusahaan.
Dengan tambahan dana dari IPO, JELI berharap mampu memperkuat kapasitas produksi, memperluas pasar ekspor, serta mempertahankan tren pertumbuhan laba yang telah tercatat dalam beberapa tahun terakhir.
Ikuti Berita7
