Ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, mengungkapkan kekecewaannya setelah tersingkir di babak pertama Malaysia Open 2026. Hasil ini dinilai sangat jauh dari ekspektasi yang diharapkan.
Bertanding di Stadium Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Selasa (6/1/2026), Jafar/Felisha harus mengakui keunggulan pasangan tuan rumah, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei. Wakil andalan Indonesia tersebut takluk dua gim langsung dengan skor 12-21, 17-21 dari pasangan unggulan keempat turnamen.
Felisha mengakui bahwa performa yang ditampilkan hari itu jauh di bawah standar. “Performa hari ini jauh banget dari harapan, jelek sekali. Saya mengakui banyak melakukan error, pergerakan tidak nyaman,” ujar Felisha melalui keterangan resmi federasi.
Ia menambahkan, “Kalau penyebabnya mungkin karena terlalu menggebu-gebu ingin menang terus malah jadi berbalik pressure ke diri sendiri jadi tidak bisa maksimal.”
Senada dengan Felisha, Jafar juga menilai keinginan kuat untuk meraih kemenangan justru menjadi bumerang bagi permainan mereka. Jafar/Felisha tercatat belum pernah meraih kemenangan dalam tujuh pertemuan melawan Chen/Toh, termasuk pada laga di Malaysia Open 2026 ini.
“Kami belum pernah menang dari mereka jadi tadi pengen coba lagi di tahun yang baru tapi tidak terkontrol mainnya. Jadi jelek banget, tidak yakin dan banyak mati sendiri. Selain itu, Chen/Toh juga bermain sangat bagus hari ini,” tutur Jafar.
Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Jafar/Feli. Mereka bertekad untuk mencari solusi agar performa dapat kembali maksimal, terutama dalam menghadapi situasi pertandingan yang kurang menguntungkan di awal.
“Evaluasinya kami harus cari caranya gimana biar performa bisa kembali maksimal. Lalu misalkan di awal match pun kurang bagus, bisa balik dan menemukan performa yang in lagi di tengah-tengah,” jelas Felisha.
“Itu harus dicari karena situasi kayak gini pasti akan muncul lagi di turnamen ke depan. Secara teknik juga semua aspek masih banyak yang harus ditingkatkan,” pungkasnya.






