— Kapolda Sumsel Cup VI yang digelar dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Sumatera Selatan ditutup pada Jumat (10/7) malam di GOR Badminton Drs. Warsito, S.H., Kompleks PAKRI Palembang. Turnamen itu diikuti 1.078 peserta dari berbagai kelompok umur dan instansi.

Penutupan acara diwarnai nonton bersama laga pamungkas Final Ganda Dewasa Putra dan dihadiri unsur Forkopimda Sumatera Selatan serta perwakilan TNI, BINDA, BNNP, Pemkot Palembang, pihak BUMN, dan tokoh masyarakat.

Kejuaraan ini mempertandingkan kategori mulai dari Tunggal Usia Dini hingga Ganda Veteran 90 Tahun, sehingga dapat diikuti lintas generasi. Tingginya partisipasi menunjukkan animo masyarakat terhadap turnamen yang menekankan sportivitas dan inklusivitas.

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, Irjen Pol. Sandi Nugroho, memberi apresiasi kepada peserta, panitia, dan masyarakat yang menyukseskan acara. Ia menilai kejuaraan memiliki makna lebih dari sekadar persaingan di lapangan.

“Kejuaraan badminton Kapolda Sumsel Cup ini menjadi ruang untuk menumbuhkan sportivitas, persaudaraan, dan pembentukan karakter. Dari lapangan ini, kita berharap lahir atlet-atlet berprestasi yang disiplin, jujur, pantang menyerah, dan mampu membawa nama baik Sumatera Selatan maupun mengharumkan nama bangsa Indonesia,”

Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mumin Wijaya menyatakan jumlah peserta yang mencapai 1.078 orang menjadi indikator keberhasilan strategi komunikasi dan pendekatan Polri kepada masyarakat.

“Keikutsertaan 1.078 peserta dari berbagai kelompok umur dan instansi ini adalah indikator yang sangat positif. Sesuai dengan arahan Bapak Kapolda, kami ingin selalu menampilkan wajah Polri yang melayani; tidak hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga hadir memfasilitasi ruang-ruang publik yang edukatif dan menyatukan,”

Dia menambahkan apresiasi kepada media dan masyarakat yang menjaga ketertiban selama rangkaian acara, serta berharap Kapolda Sumsel Cup berlanjut sebagai program pembinaan yang berkelanjutan dan memberi manfaat bagi ekosistem olahraga di wilayah tersebut.