Pedangdut Inul Daratista membagikan pengalamannya saat mengalami penurunan kesehatan yang cukup serius hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Kondisi yang awalnya diduga gangguan pencernaan saat berada di Korea Selatan, belakangan terdeteksi sebagai infeksi parasit.
Setelah kembali ke Jakarta dan menjalani perawatan awal, kondisi Inul kembali memburuk hingga ia pingsan di kamar mandi dan harus segera dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD).
“Alhamdulillah sekarang udah baikan,” ujar Inul Daratista di Studio Brownis Trans TV, Selasa (10/2/2026).
Inul menceritakan bahwa gejala awal muncul berupa sedikit mencret saat ia baru saja pulang dari liburannya di Korea Selatan. “Sebenarnya pulang dari jalan-jalan itu aku ada… apa namanya… ada sedikit mencret gitu ya. Bukan diare ya, kalau diare kan terusan,” jelasnya.
Merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya, Inul memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya kondisi yang memerlukan penanganan serius. “Akhirnya kata dokter dicek di lab itu, ‘Wah hasilnya merah semua ini, harus opname’,” ungkap Inul.
Namun, karena padatnya jadwal pekerjaan yang tidak bisa dibatalkan mendadak, Inul sempat mengajukan opsi rawat jalan dengan mengonsumsi obat-obatan. “Aku bilang, ‘Boleh berobat jalan gak? Karena kegiatan saya gak bisa di-cancel dadakan’. Tapi harus minum obat lambung karena antibiotiknya tinggi,” tuturnya.
Awalnya, kondisi Inul sempat menunjukkan perbaikan. Namun, memasuki hari kedua, tubuhnya mulai terasa lemah. “Dua hari udah mulai lemes, kok enggak enak ya badanku,” katanya.
Puncaknya, saat memaksakan diri untuk tetap tampil, Inul mengalami pingsan di malam hari. “Aku paksain tetep on air, malamnya pingsan. Badanku tiba-tiba kayak kaku, kayak kejang, terus lemes sampai enggak ada tenaga. Tangan-tangan juga lemes banget,” cerita istri Adam Suseno itu.
Mengenai makanan selama di Korea Selatan, Inul menegaskan bahwa ia sangat memperhatikan kebersihan makanan yang dikonsumsi. Selama menjalani perawatan di rumah sakit, Inul mendapatkan penanganan intensif berupa infus antibiotik. “Diinfus dengan antibiotik karena gak bisa diminum, kena lambung, jadi lewat infusan,” pungkasnya.






