Berita7 — Indonesia resmi membuka Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 di Stadion Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (8/7/2026). Acara ini digelar saat Indonesia memegang keketuaan Organisasi Kerja Sama Ekonomi Delapan Negara Berkembang (D-8) untuk periode 2026–2027.
Pemerintah memanfaatkan momentum HEI 2026 untuk mengejar target perdagangan intra-D-8 sebesar US$500 miliar atau sekitar Rp9 kuadriliun pada 2030. Target ambisius itu diumumkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta dalam konferensi pers usai pembukaan.
“Sejak tahun 2020, negara anggota D-8 telah menetapkan target untuk mencapai nilai perdagangan setengah triliun dolar AS. Insyaallah, target ini akan tercapai pada tahun 2030,” kata Anis.
Langkah Penguatan Perdagangan Antaranggota
Untuk merealisasikan target tersebut, Indonesia mendorong penguatan kerja sama perdagangan yang saling komplementer sesuai keunggulan ekonomi tiap negara anggota. HEI 2026 diharapkan menjadi agenda rutin organisasi, bukan sekadar pameran musiman.
Anis mencatat bahwa bergabungnya Azerbaijan sebagai anggota baru pada 2025 turut meningkatkan nilai perdagangan antaranggota menjadi US$150–160 miliar, atau sekitar Rp2,7–2,8 kuadriliun.
Upaya Memperkuat Posisi Dalam Industri Halal
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Haikal Hassan menyebut pameran ini sebagai langkah strategis untuk menggalang kekuatan kolektif negara anggota D-8.
“Penghasil produk halal terbesar di dunia saat ini masih didominasi oleh China, Brasil, dan Amerika Serikat. Ini adalah awal bagi kita untuk memasuki industri halal yang sebenarnya dengan menyatukan kekuatan ekonomi,”
Dalam sambutan video, Sekretaris Jenderal D-8 Sohail Mahmood memuji komitmen Indonesia dalam memajukan ekonomi halal global. Mahmood berharap pameran dapat memperkuat koordinasi kebijakan, perdagangan, dan investasi antaranggota D-8.
Rangkaian Acara dan Tujuan HEI 2026
D-8 HEI 2026 berlangsung selama lima hari, 8–12 Juli 2026. Selain pameran dagang dari negara anggota dan mitra, acara ini menyelenggarakan fasilitasi business matching, diskusi panel, dan pertunjukan budaya.
D-8 dibentuk pada 1997 dan beranggotakan negara-negara berkembang berpenduduk mayoritas muslim: Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki, yang kemudian dilengkapi Azerbaijan pada 2025.
Dengan total populasi gabungan lebih dari 1,2 miliar jiwa, anggota D-8 memiliki pasar domestik yang besar. Melalui kepemimpinan Indonesia pada 2026–2027, organisasi ini berupaya memperkuat peran dalam rantai pasok produk halal global.
Ikuti Berita7

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.