Ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, berhasil melangkah ke perempatfinal Indonesia Masters 2026. Namun, kemenangan mereka di babak kedua melawan Nur Mohd Azryn Ayub/Tan Wee Kong dengan skor 19-21, 21-16, 21-17 di Istora GBK, Jakarta, pada Kamis (22/1/2026), diwarnai dengan kondisi fisik yang mulai terkuras.
Fisik Terkuras Akibat Jadwal Padat
Sabar/Reza menghadapi jadwal turnamen yang sangat padat di awal tahun 2026. Setelah berkompetisi di SEA Games dan BWF World Tour Finals pada akhir 2025, mereka langsung terjun ke turnamen beruntun di Januari 2026, meliputi Malaysia Open, India Open, dan Indonesia Masters.
Bahkan, Mohammad Reza Pahlevi Isfahani juga sempat berkompetisi di Liga China, menambah beban fisiknya. Kondisi ini berdampak pada performa mereka, terutama di gim pertama pertandingan babak kedua.
Sabar Alami Pening dan Mimisan
Sabar Karyaman Gutama mengungkapkan bahwa ia sempat mengalami pening dan mimisan saat pertandingan berlangsung. “Kurang lebih sama, kami sempat leading di pertama tapi tadi dibalik mereka yang menang. Mereka tadi cepatkan tempo, kami tak siap. Kami di gim kedua dan ketiga coba lebih fokus lagi dan alhamdullilah berhasil,” kata Sabar.
Ia menambahkan, “Mungkin evaluasinya kami pulihkan kondisi lagi karena saya pribadi masih kurang fit dan agak flu. Sempat mimisan dan pening kepalanya tapi kami coba kasih yg terbaik. Alhamdullilah dengan dukungan suporter Indonesia dan itu tambah semangat saya pribadi.”
Sabar menjelaskan lebih lanjut mengenai kondisinya, “Hilang timbul, hilang timbul (pening). Pas gim kedua dan ketiga lumayan berasa, sudah mimisan terus kayak meler. Pas interval sempat mimisan karena mungkin darahnya terlalu banyak keluar jadi mungkin mengakibatkan agak pusing.”
Menurut Sabar, mimisan sering terjadi jika kondisi kurang fit, terpapar panas, dingin, atau perubahan cuaca. “Biasanya sering mimisan karena kata dokter di pelipis hidungnya agak sedikit tipis. Jadi agak rentan,” ujarnya.
Reza Akui Kehilangan Fokus di Gim Pertama
Mohammad Reza Pahlevi Isfahani mengakui adanya kehilangan fokus di gim pertama. “Alhamdullilah bersyukur bisa memenangkan pertandingan tadi, mungkin di gim pertama kami berusaha untuk unggul. Tapi di akhir gim pertama kami hilang fokus, di gim kedua dan ketiga bisa mengembalikan keadaan,” ucap Reza.
Adaptasi Cuaca dan Perubahan Iklim Jadi Tantangan
Sabar menekankan bahwa perubahan cuaca yang ekstrem antar negara menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pemulihan kondisi. “Mungkin dari jaga makan, dan istirahat yang bagus, kemarin dari Malaysia, India juga perubahan cuacanya luar biasa. India sangat dingin, Malaysia tropis, di sini hujan, jadi makanya enggak cukup waktu recovery dan itu lumayan mempengaruhi,” jelas Sabar.
Meskipun demikian, Sabar menyatakan bahwa hal tersebut dirasakan oleh semua pemain. “Cuma itu dirasakan oleh semua pemain jadi tidak bisa dijadikan alasan sih. Tinggal bagaimana setiap pemain bisa adaptasi dengan baik dengan hal itu,” tegasnya.
Kini, Sabar/Reza harus segera bersiap dan melakukan evaluasi untuk menghadapi tantangan di perempatfinal Indonesia Masters 2026, dengan fokus utama memulihkan kondisi fisik.






