Berita7 — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pada sesi pertama perdagangan Rabu (8/7/2026). Pada penutupan sesi I, IHSG turun 66 poin atau 1,11% ke level 5.920, sejalan dengan mayoritas bursa saham Asia yang bergerak di zona merah.
Pelemahan pasar saham lokal disebabkan kombinasi sentimen eksternal dan domestik yang memicu aksi jual investor.
Sentimen Eksternal
Rumitnya situasi geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu pemicu utama. Menurut riset Pilarmas Investindo Sekuritas, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat setelah serangkaian insiden termasuk serangan udara AS terkait peristiwa terhadap sejumlah kapal di Selat Hormuz.
Riset tersebut menyebutkan pencabutan dispensasi yang sebelumnya mengizinkan Iran menjual minyak mentah ke pasar global turut memperburuk kondisi. Lonjakan harga minyak dunia yang terjadi kemudian meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi global dan kemungkinan suku bunga tinggi bertahan lebih lama.
Sentimen Domestik
Dalam negeri, Pilarmas menyampaikan sentimen negatif datang dari pengumuman S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) yang memasukkan Indonesia ke dalam daftar pemantauan atau watch list untuk kemungkinan reklasifikasi pasar pada 2027.
S&P DJI akan memantau perkembangan transparansi kepemilikan saham di Indonesia menyusul penerbitan panduan baru oleh Bursa Efek Indonesia. Bila aspek yang menjadi perhatian tidak menunjukkan perbaikan, Indonesia berpotensi diturunkan dari kategori emerging market menjadi frontier market, kata Pilarmas dalam risetnya.
Pilarmas juga mengingatkan bahwa potensi perubahan status tersebut menambah kekhawatiran investor, mengacu pada sorotan sebelumnya terhadap aspek transparansi dan struktur pasar modal Indonesia.
Rekomendasi Rekomendasi Saham
Pilarmas merekomendasikan saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dengan rekomendasi buy, menyebut area support di level 920 dan resistance di 980.
Ikuti Berita7

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.