Politisi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, menegaskan komitmen partainya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam upaya pemulihan pascabencana di Sumatera dan Aceh, serta mendukung pelaksanaan Pilkada Langsung. Pernyataan ini disampaikan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara.
Kenneth, yang akrab disapa Bang Kent, menyampaikan rasa syukurnya atas perjalanan panjang partai yang telah menginjak usia 53 tahun. Ia menilai peringatan HUT dan Rakernas I bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi ideologis dan konsolidasi perjuangan untuk meneguhkan jati diri PDI Perjuangan sebagai partai ‘wong cilik’ yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri, PDI Perjuangan terus konsisten menjaga marwah demokrasi, memperjuangkan keadilan sosial, serta menghadirkan politik yang bermoral dan berpihak kepada rakyat kecil,” ujar Kent, Sabtu (10/1/2026).
Rakernas I, menurut Kent, menjadi forum strategis bagi partai untuk merumuskan arah kebijakan ke depan, memperkuat soliditas organisasi dari pusat hingga akar rumput, serta memastikan seluruh kader tetap berada dalam satu barisan perjuangan yang disiplin, loyal, dan ideologis.
Arahan Megawati Soekarnoputri untuk Penanganan Bencana
Sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDI Perjuangan Jakarta, Kent menekankan arahan khusus dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, terkait penanganan dan pemulihan bencana di Aceh dan Sumatera. Megawati meminta seluruh jajaran partai untuk bergerak cepat, solid, dan bergotong royong membantu masyarakat terdampak bencana.
“Ibu Megawati selalu mengingatkan bahwa PDI Perjuangan tidak boleh abai terhadap penderitaan rakyat. Dalam setiap situasi krisis, kader partai harus hadir, memberi bantuan nyata, dan menjadi bagian dari solusi,” tegasnya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kent memastikan seluruh potensi partai akan dikerahkan. Bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga mencakup dukungan jangka menengah dan panjang untuk pemulihan sosial, ekonomi, dan psikologis masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan pemerintah, relawan, dan masyarakat setempat agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Menurutnya, semangat gotong royong yang diwariskan Bung Karno harus menjadi pijakan utama dalam setiap langkah perjuangan partai. “Kepedulian terhadap korban bencana adalah bagian dari jati diri PDI Perjuangan sebagai partai wong cilik. Dalam kondisi sulit sekalipun, partai harus menunjukkan keberpihakan yang jelas kepada rakyat yang mengalami bencana,” tutur Ketua IKAL (Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI) PPRA Angkatan LXII itu.
Kent menegaskan komitmennya untuk melaksanakan setiap arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Dengan semangat kemanusiaan dan disiplin organisasi, PDI Perjuangan berkomitmen terus hadir bersama rakyat dan membuktikan bahwa politik sejati adalah pengabdian untuk keselamatan dan kesejahteraan rakyat.
“PDI Perjuangan akan terus hadir bersama rakyat, bekerja tanpa pamrih, dan membuktikan bahwa politik sejati adalah pengabdian untuk keselamatan dan kesejahteraan rakyat Indonesia,” tuturnya.
Dukungan Terhadap Pelaksanaan Pilkada Langsung
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta ini juga menegaskan dukungannya terhadap pelaksanaan Pilkada secara langsung yang dipilih oleh rakyat, sebagai wujud nyata kedaulatan rakyat dalam sistem demokrasi Indonesia. Menurutnya, Pilkada langsung merupakan amanat reformasi yang tidak boleh ditarik mundur karena menjadi instrumen penting bagi rakyat untuk menentukan dan memilih pemimpin di daerahnya masing-masing.
“Pilkada langsung adalah perwujudan kedaulatan rakyat. Rakyat tidak boleh hanya menjadi objek kebijakan, tetapi harus menjadi subjek utama dalam menentukan arah kepemimpinan dan pembangunan di daerah dan di republik ini,” bebernya.
Kent menegaskan bahwa PDI Perjuangan sejak awal selalu konsisten memperjuangkan demokrasi yang berkeadilan dan berpihak kepada rakyat. Oleh karena itu, setiap upaya yang berpotensi mengurangi hak rakyat dalam memilih pemimpinnya secara langsung harus dikaji secara mendalam dengan mengedepankan kepentingan demokrasi jangka panjang, bukan semata-mata pertimbangan pragmatis atau kekuasaan sesaat.
Ia mengakui pelaksanaan Pilkada langsung masih menghadapi berbagai tantangan, seperti politik uang, polarisasi, dan biaya politik yang tinggi. Namun demikian, ia menilai solusi atas persoalan tersebut bukan dengan mencabut hak pilih rakyat, melainkan dengan memperkuat sistem pengawasan, penegakan hukum, pendidikan politik, serta kaderisasi partai politik agar mampu melahirkan pemimpin yang berintegritas.
“Demokrasi memang membutuhkan biaya dan proses pembelajaran. Tetapi membatasi partisipasi rakyat bukanlah jalan keluar. Justru yang harus diperbaiki adalah kualitas demokrasi itu sendiri,” tegasnya.
Kent menambahkan, Pilkada langsung juga memperkuat akuntabilitas kepala daerah. Pemimpin yang dipilih langsung oleh rakyat memiliki legitimasi yang kuat dan tanggung jawab moral untuk memenuhi janji-janji politiknya, karena mereka akan kembali mempertanggungjawabkan kinerjanya kepada rakyat melalui mekanisme demokrasi.
Bagi PDI Perjuangan, politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan alat perjuangan untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat. Oleh sebab itu, mekanisme demokrasi yang memberi ruang seluas-luasnya bagi rakyat untuk terlibat dalam pengambilan keputusan politik harus dijaga dan diperkuat.
“Pilkada langsung adalah sarana pendidikan politik bagi rakyat. Di situlah rakyat belajar menilai program, visi, misi dan komitmen calon pemimpin. Ini adalah proses penting untuk membangun demokrasi yang matang dan beradab,” lanjutnya.
Kent menegaskan PDI Perjuangan selalu berkomitmen untuk terus berdiri bersama rakyat dalam menjaga dan memperkuat demokrasi Indonesia. Ia menyerukan agar seluruh elemen bangsa menjaga semangat reformasi, memperbaiki kekurangan yang ada, dan tidak mundur dari prinsip bahwa kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat.
“PDI Perjuangan akan terus berdiri bersama rakyat dan terus menerus memperjuangkan demokrasi yang sehat, berkeadilan, dan bermartabat. Pilkada langsung oleh rakyat adalah bagian tak terpisahkan dari perjuangan tersebut,” tutupnya.






